Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Terpidana Pembunuhan Sopir Ekspedisi Meninggal di Lapas Palangka Raya

Redaksi Prokal • Senin, 1 Juni 2026 | 09:50 WIB
ilustrasi jenazah
ilustrasi jenazah

PALANGKA RAYA – Terpidana kasus penembakan sopir ekspedisi di Kabupaten Katingan, Anton Kurniawan, dilaporkan meninggal dunia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya pada Minggu, 31 Mei 2026. Mantan anggota polisi yang pekan lalu sempat menyita perhatian publik karena upaya pelarian bersenjatanya yang gagal tersebut, kini harus mengakhiri perjalanannya di balik jeruji besi.

Berdasarkan pantauan di lapangan sejak pagi hari, jenazah Anton langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya di Jalan Ahmad Yani. Jasadnya ditempatkan di ruang Dokpol untuk menjalani proses autopsi mendalam guna mengungkap penyebab pasti kematiannya yang mendadak.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, membenarkan kabar duka sekaligus mengejutkan ini. Putu mengungkapkan bahwa beberapa jam sebelum ditemukan tak bernyawa, Anton sebenarnya masih menjalani aktivitas rutin seperti biasa di dalam lapas. Menjelang petang, ia terpantau masih mandi dan menyantap makan sore di dalam kamar selnya dengan pengawasan ketat dari petugas penilai.

Petaka mulai terendus saat petugas blok melakukan kontrol rutin malam hari. Ketika petugas memanggil nama Anton dari luar kamar, sama sekali tidak ada respons dari dalam ruangan. Kecurigaan ini membuat petugas piket bergerak cepat memanggil perwira piket dan komandan jaga untuk membuka sel. Saat petugas berhasil masuk, mereka menemukan Anton dalam kondisi tubuh yang sudah sangat lemas namun masih menyisakan embusan napas terakhir, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia tak lama berselang.

Merujuk pada laporan awal di tempat kejadian perkara, Anton ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan kepala menghadap langsung ke lantai kamarnya. Untuk mengusut tuntas insiden ini, Kanwil Ditjenpas Kalimantan Tengah bergerak cepat dengan membentuk tim investigasi internal guna memeriksa seluruh pihak dan saksi yang mengetahui kronologi kejadian. Hingga saat ini, misteri penyebab kematian mantan polisi tersebut masih menunggu hasil resmi autopsi dari tim medis RS Bhayangkara. (*)

Editor : Indra Zakaria
#palangka raya