Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Misteri Pembongkaran 14 Makam di Barito Timur: 13 Jasad Perempuan Jadi Sasaran Utama

Redaksi Prokal • Sabtu, 27 Juni 2026 | 21:31 WIB
Pihak Forkopimcam Pematang Karau mengecek lokasi.(Humas)
Pihak Forkopimcam Pematang Karau mengecek lokasi.(Humas)

BARITO TIMUR – Kasus dugaan pembongkaran makam secara misterius di Tempat Pemakaman Kristen Protestan dan Advent, Desa Lebo, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, kian mengejutkan publik. Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh pihak kepolisian, jumlah makam yang diduga kuat sempat digali oleh orang tak dikenal ternyata mencapai empat belas makam. Fakta mencengangkan pun terkuak dari penyelidikan awal karena tiga belas di antaranya merupakan makam perempuan, sementara hanya satu yang merupakan makam laki-laki.

Peristiwa ini pertama kali mencuat setelah warga melaporkan adanya lubang mencurigakan yang mengarah langsung ke jasad almarhumah Sania pada Selasa, 23 Juni 2026. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Pematang Karau langsung bergerak melakukan penyisiran total di seluruh area pemakaman. Hasil dari penyisiran tersebut sangat mengejutkan karena polisi menemukan tiga belas makam lainnya yang terindikasi kuat pernah digali. Berbeda dengan makam Sania yang masih menganga, belasan makam lainnya sulit dikenali secara kasat mata karena bekas galiannya sudah ditutup kembali oleh pelaku.

Adapun deretan makam perempuan yang diduga menjadi sasaran pembongkaran misterius ini adalah makam atas nama Yuneti, Mimis, Tinah, Dewiani, Yusmine, Lusi Mahat, Sania, Diang Alu, Harunim, Liwei, Estina, Ruminah, dan Yuni Tawal, sedangkan satu-satunya makam laki-laki yang turut menjadi sasaran adalah makam Basuni.

Pihak kepolisian menduga aksi nekat ini tidak dilakukan dalam satu malam atau satu waktu yang sama. Indikasi tersebut diperkuat oleh kondisi tanah di sebagian besar makam yang diduga telah digali jauh hari sebelumnya karena telah tertutup kembali dan mulai menyatu dengan kondisi tanah di sekitar pemakaman. Aksi pelaku baru terendus setelah mereka diduga terburu-buru atau tidak sempat menutup kembali lubang galian di makam Sania. Setelah temuan itu dilaporkan ke pihak berwajib, anak almarhumah Sania langsung mengambil tindakan untuk menutup kembali lubang di makam ibunya demi menjaga kesucian makam.

Hingga kini, polisi masih meraba-raba motif di balik pembongkaran massal yang menyasar mayoritas makam perempuan tersebut. Pihak keluarga korban mengaku sama sekali tidak mengetahui apakah ada barang yang hilang atau kondisi jenazah yang berubah, karena mereka memilih untuk tidak membongkar ulang makam secara mandiri. Di sisi lain, proses penyelidikan sedikit terhambat karena pihak keluarga tidak menghendaki dilakukannya proses ekshumasi atau pembongkaran makam secara resmi untuk kepentingan autopsi dan penyelidikan medis.

Kendati demikian, Kapolres Barito Timur AKBP Eddy Santoso, melalui Kasi Humas AKP Eko Sutrisno, menegaskan bahwa jajaran kepolisian tidak akan menyerah dan terus mendalami motif serta memburu pelaku di balik aksi meresahkan ini. Saat ini, Unit Reskrim Polsek Pematang Karau bersama jajaran Forkopimcam setempat terus bergerak mengumpulkan keterangan dari para saksi dan mengamankan berbagai barang bukti di sekitar lokasi kejadian guna mengungkap dalang di balik misteri pembongkaran belasan makam tersebut. (*)

Editor : Indra Zakaria
#kalteng