PROKAL.CO- Tahapan menuju Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Kalimantan Timur kini memasuki babak krusial. Pasca rampungnya Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), jajaran pengurus langsung tancap gas menggelar rapat pleno untuk mematangkan agenda pemilihan nakhoda baru periode 2026–2030. Dalam pertemuan yang berlangsung di Samarinda tersebut, diputuskan bahwa persyaratan bagi para kandidat yang ingin bertarung memperebutkan kursi ketua akan dibuat lebih ketat dibandingkan periode sebelumnya.
Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menjelaskan bahwa rapat pleno ini merupakan finalisasi dari pertemuan pimpinan yang telah dilakukan sebelumnya. Fokus utamanya adalah memperkuat peran panitia pelaksana serta tim penjaringan agar seluruh proses berjalan transparan dan kredibel. Terkait waktu pelaksanaan, Musorprov direncanakan bergulir pada akhir April atau paling lambat awal Mei mendatang, menyesuaikan dengan jadwal kesediaan gubernur untuk membuka acara secara resmi.
Satu hal yang menjadi sorotan utama adalah kriteria pencalonan ketua yang tidak main-main. Rusdi menegaskan bahwa setiap kandidat wajib mengantongi dukungan minimal 30 persen dari KONI kabupaten/kota, serta 30 persen dari pengurus provinsi (pengprov) cabang olahraga dan badan fungsional. Tak hanya soal dukungan suara, aspek pengalaman juga menjadi harga mati. "Calon harus pernah menjabat sebagai pengurus KONI atau setidaknya pernah menjadi ketua pengprov cabang olahraga," tegas Rusdi.
Untuk memastikan teknis di lapangan berjalan mulus, KONI Kaltim telah menunjuk struktur kepanitiaan yang solid, dengan Husinsyah sebagai ketua panitia pelaksana (OC) dan Syaparuddin sebagai ketua tim pengarah (SC). Sementara itu, urusan seleksi kandidat dipercayakan kepada tim penjaringan dan penyaringan (TPP) yang diketuai oleh Ego Arifin. Seluruh bidang dalam kepanitiaan ini kini diberi keleluasaan penuh untuk segera bekerja, termasuk menentukan jadwal pembukaan pendaftaran calon ketua.
Dengan mengusung tema besar "KONI, Kaltim, Fondasi Kaltim Menuju Generasi Emas", Musorprov kali ini bukan sekadar ajang suksesi kepemimpinan biasa. Momentum ini dirancang sebagai batu loncatan strategis bagi olahraga Bumi Etam untuk bersatu dan bangkit demi mengukir prestasi gemilang pada ajang PON 2028 di Nusa Tenggara mendatang. Masyarakat olahraga Kaltim kini menanti sosok pemimpin baru yang mampu membawa visi besar tersebut menjadi kenyataan. (*)
Editor : Indra Zakaria