PROKAL.CO- Kabar gembira menghampiri puluhan ribu mahasiswa di Kalimantan Timur. Program bantuan pendidikan unggulan Pemerintah Provinsi Kaltim, Gratispol, dipastikan telah cair dan masuk ke rekening perguruan tinggi sejak pertengahan Maret 2026. Langkah ini menjadi angin segar bagi kelangsungan studi para putra-putri daerah di tengah biaya pendidikan yang semakin dinamis.
Kepala Biro Kesra Pemprov Kaltim, Dasmiah, mengonfirmasi bahwa proses transfer dana tahap kedua telah dilakukan secara serentak pada 17 Maret 2026. "Alhamdulillah, dana sudah kami transfer langsung ke rekening kampus masing-masing," ungkapnya. Pada fase ini, pemerintah menyalurkan anggaran sebesar Rp117,55 miliar yang tersebar ke 51 perguruan tinggi, mencakup 7 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 44 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan total penerima mencapai 27.548 mahasiswa.
Jika dikalkulasikan dengan pencairan tahap pertama pada akhir Februari lalu yang menyasar 21.128 mahasiswa, maka total dana yang telah dikucurkan pemerintah dalam dua tahap ini menembus angka Rp220,65 miliar. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 48.676 mahasiswa telah merasakan manfaat langsung dari program jaminan pendidikan tersebut.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa program Gratispol bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan sebuah investasi strategis bagi masa depan Bumi Etam. "Pendidikan adalah investasi masa depan. Kami ingin memastikan lebih banyak anak-anak Kaltim bisa menempuh pendidikan tinggi tanpa harus terganjal kendala biaya," tegas Gubernur yang akrab disapa Harum tersebut.
Meski kondisi fiskal daerah menghadapi tantangan tersendiri, sektor pendidikan tetap diposisikan sebagai prioritas utama dalam postur anggaran. Komitmen ini dibuktikan dengan target ambisius sepanjang tahun 2026, di mana program Gratispol diproyeksikan menjangkau 158.981 mahasiswa dengan total alokasi anggaran fantastis mencapai Rp1,377 triliun. Dengan masuknya dana ini ke pihak kampus, beban biaya kuliah mahasiswa diharapkan berkurang drastis sehingga mereka dapat lebih fokus mengejar prestasi akademik. (*)
Editor : Indra Zakaria