Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tak Sekadar Beri Bantuan, Dinsos Kaltim Pacu Warga 'Lulus' dari Status Penerima Bansos

Redaksi Prokal • Jumat, 15 Mei 2026 | 09:40 WIB
Kepala Dinsos Kaltim , Andi Muhammad Ishak
Kepala Dinsos Kaltim , Andi Muhammad Ishak

 
SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Sosial kini tak lagi sekadar membagikan bantuan sosial sebagai jaring pengaman. Fokus utama kini bergeser pada sebuah misi besar: mendorong masyarakat penerima bantuan agar mampu berdiri di kaki sendiri dan secara bertahap "lulus" atau keluar dari ketergantungan bantuan pemerintah.

Upaya ini menjadi sebuah gerakan kolektif yang melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, hingga jajaran Kabupaten/Kota. Senjatanya adalah pemberdayaan ekonomi yang terukur dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak, mengungkapkan bahwa pendekatan yang dilakukan saat ini lebih mengedepankan dukungan fasilitas yang mampu memacu pendapatan keluarga. Tujuannya jelas, agar kebutuhan hidup sehari-hari bisa terpenuhi dari hasil keringat sendiri.

"Program ini sudah berjalan dengan baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, maupun pusat. Pendekatannya memang diarahkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi," ujar Andi Muhammad Ishak.

Menurut Andi, bantuan modal atau sarana usaha yang diberikan bertujuan agar masyarakat memiliki tambahan penghasilan yang nyata. Namun, bantuan tersebut tidak dilepas begitu saja. Para penerima manfaat mendapatkan pendampingan intensif dan pemantauan berkala untuk memastikan program tersebut benar-benar berdampak pada kesejahteraan mereka.

Strategi "jemput bola" ini juga dipastikan tidak akan salah sasaran. Andi menjelaskan bahwa seluruh penerima bantuan beserta jenis program yang mereka terima telah terintegrasi dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Dengan data tersebut, proses penyaluran hingga evaluasi program dapat dilakukan secara terukur. Kita ingin bantuan ini menjadi batu loncatan bagi warga untuk perlahan mandiri secara ekonomi," tambahnya. Melalui sinergi pemberdayaan ini, Dinsos Kaltim optimis angka kemiskinan dapat ditekan secara organik, di mana masyarakat tidak hanya dibantu untuk bertahan hidup, tetapi juga diberdayakan untuk mengubah nasibnya menjadi lebih sejahtera. (*)

Editor : Indra Zakaria
#bansos