Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

ISOG Mulai Produksi Gas dari Lapangan Karamba, Perkuat Pasokan Energi untuk Kilang Balikpapan

Wawan • Rabu, 24 Juni 2026 | 13:55 WIB
PT Indo Sino Oil and Gas (ISOG) resmi mencatatkan produksi gas perdana atau first gas dari Lapangan Karamba yang berada di Wilayah Kerja Wain PSC, Kalimantan Timur.
PT Indo Sino Oil and Gas (ISOG) resmi mencatatkan produksi gas perdana atau first gas dari Lapangan Karamba yang berada di Wilayah Kerja Wain PSC, Kalimantan Timur.

 

PROKAL.co, BALIKPAPAN – Upaya meningkatkan pasokan energi nasional kembali mendapat dukungan dari sektor hulu migas. PT Indo Sino Oil and Gas (ISOG) resmi mencatatkan produksi gas perdana atau first gas dari Lapangan Karamba yang berada di Wilayah Kerja Wain PSC, Kalimantan Timur.

Pencapaian ini menjadi momentum penting bagi perusahaan dalam mengoptimalkan potensi gas bumi di daerah sekaligus memperkuat pasokan energi domestik, khususnya untuk mendukung operasional Kilang Pertamina Balikpapan.

Pada tahap awal, Lapangan Karamba diproyeksikan menghasilkan gas sebesar 4 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). Volume produksi tersebut ditargetkan meningkat secara bertahap hingga mencapai kapasitas produksi stabil sebesar 7,35 MMscfd pada kuartal IV tahun 2026.

Gas yang dihasilkan akan dialirkan ke Kilang Unit V Balikpapan melalui pemanfaatan infrastruktur milik PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), sebagai bagian dari sinergi pengembangan industri migas nasional.

Direktur Utama ISOG, Tang Zhongfu, mengatakan keberhasilan mencapai gas perdana menandai proyek pengembangan gas pertama perusahaan di Kalimantan Timur yang diselesaikan melalui skema fast-track development.

“Pencapaian ini menunjukkan komitmen kami dalam menghadirkan pengembangan sumber daya gas yang cepat, efisien, dan berkelanjutan. Kami optimistis Karamba akan memberikan kontribusi nyata terhadap pasokan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah,” ujarnya.

Pengembangan Lapangan Karamba terbilang agresif. Proyek tersebut berhasil diselesaikan hanya dalam kurun waktu 25 bulan sejak kontrak Engineering, Procurement, Construction and Installation (EPCI) diteken pada April 2024.

Lapangan Karamba sendiri memiliki cadangan gas kategori proven and probable reserves (2P) sebesar 64,4 miliar kaki kubik (Bscf). Dalam tahap pengembangannya, ISOG melakukan reaktivasi sumur KUD-1, pengeboran dua sumur pengembangan baru, pembangunan Central Processing Facility (CPF), pemasangan pipa gas sepanjang 16,3 kilometer, hingga pembangunan sejumlah fasilitas penunjang lainnya.

Sebelum memasuki fase produksi, sumur KUD-1 lebih dulu menunjukkan hasil yang menjanjikan. Uji produksi mencatat laju alir gas mencapai 9,5 MMscfd, yang mengindikasikan potensi reservoir cukup kuat untuk mendukung keberlanjutan produksi dalam jangka panjang.

Selain menambah pasokan gas nasional, proyek ini juga dinilai memberikan dampak ekonomi melalui pemanfaatan infrastruktur yang telah tersedia, peningkatan penggunaan barang dan jasa dalam negeri, serta penyerapan tenaga kerja selama masa konstruksi dan operasional.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengapresiasi keberhasilan ISOG yang mampu merealisasikan target first gas sesuai jadwal yang ditetapkan.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak. Kami berharap produksi Lapangan Karamba dapat terus meningkat dan memberikan kontribusi terhadap target produksi gas nasional,” katanya.

Menurut Djoko, proyek Karamba menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), pemerintah, dan pemanfaatan fasilitas eksisting dapat mempercepat monetisasi sumber daya migas sekaligus meningkatkan efisiensi investasi.

Proyek Karamba memasuki tahap commissioning pada 17 Juni 2026 dan mulai mengalirkan gas pada 24 Juni 2026. Kehadiran lapangan gas baru ini diharapkan menjadi pijakan penting bagi pengembangan potensi migas daratan di Cekungan Kutai serta membantu menjaga keandalan pasokan energi nasional di tengah terus meningkatnya kebutuhan dalam negeri.

Editor : Wawan
#Migas PI Kaltim #SKK Migas dan KKKS