Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat lewat Health Fun Run

Wawan • Senin, 29 Juni 2026 | 13:34 WIB
 Ribuan peserta dari berbagai komunitas lari memadati kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (28/6), dalam gelaran Health Fun Run yang diselenggarakan BPJS Kesehatan.
Ribuan peserta dari berbagai komunitas lari memadati kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (28/6), dalam gelaran Health Fun Run yang diselenggarakan BPJS Kesehatan.

 

PROKAL.co, JAKARTA – Ribuan peserta dari berbagai komunitas lari memadati kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (28/6), dalam gelaran Health Fun Run yang diselenggarakan BPJS Kesehatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 BPJS Kesehatan sekaligus kampanye untuk mengajak masyarakat menjadikan pola hidup sehat sebagai kebiasaan sehari-hari.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan upaya menjaga kesehatan masyarakat tidak cukup hanya melalui penyediaan layanan pengobatan. Menurutnya, pencegahan penyakit dan peningkatan kesadaran hidup sehat menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ia menjelaskan, Program JKN dibangun atas prinsip gotong royong, sehingga BPJS Kesehatan tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan, tetapi juga aktif mengembangkan berbagai program promotif dan preventif agar masyarakat tetap sehat dan produktif.

"Keberhasilan Program JKN bukan hanya ketika masyarakat memperoleh layanan kesehatan saat sakit, tetapi juga ketika semakin banyak masyarakat mampu menjaga kesehatannya sehingga risiko penyakit dapat dicegah sejak dini," ujarnya.

Pujo mengungkapkan, hingga 1 Juni 2026 jumlah peserta JKN telah melampaui 285 juta jiwa atau lebih dari 98 persen penduduk Indonesia. Capaian tersebut didukung jaringan pelayanan kesehatan yang terus berkembang, yakni 23.682 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) serta 3.221 rumah sakit dan klinik utama yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di berbagai daerah.

Meski cakupan kepesertaan terus meningkat, tantangan kesehatan masyarakat juga semakin kompleks. Berdasarkan data BPJS Kesehatan, sepanjang 2025 lebih dari 79 juta peserta mengikuti Skrining Riwayat Kesehatan. Hasilnya menunjukkan sekitar 23 juta orang memiliki risiko hipertensi, sementara sekitar 17 juta lainnya berisiko mengalami diabetes melitus.

Tak hanya itu, penyakit tidak menular kini juga mulai banyak ditemukan pada kelompok usia muda. Data BPJS Kesehatan mencatat lebih dari 400 ribu peserta JKN berusia di bawah 45 tahun telah didiagnosis menderita diabetes melitus, sedangkan lebih dari satu juta peserta pada kelompok usia yang sama mengalami hipertensi.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa penyakit kronis tidak lagi identik dengan usia lanjut. Generasi muda dan usia produktif juga memiliki risiko yang cukup tinggi apabila tidak menerapkan gaya hidup sehat," katanya.

Karena itu, BPJS Kesehatan terus memperluas berbagai program promotif dan preventif, seperti Skrining Riwayat Kesehatan, Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Muda, hingga edukasi kesehatan yang menyasar berbagai kelompok masyarakat.

Menurut Pujo, Health Fun Run menjadi salah satu media efektif untuk mengajak masyarakat lebih aktif berolahraga. Ia berharap semangat yang tercipta dalam kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai acara seremonial, melainkan mampu menjadi awal terbentuknya kebiasaan hidup sehat yang dilakukan secara konsisten.

"Semakin banyak masyarakat yang sehat dan produktif, semakin kuat pula keberlanjutan Program JKN dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menilai nilai gotong royong yang menjadi dasar Program JKN harus terus dipertahankan. Menurutnya, melalui sistem tersebut, peserta yang sehat membantu peserta yang sedang sakit, sementara peserta yang mampu ikut menopang pembiayaan peserta yang kurang mampu.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak menunda memulai gaya hidup sehat. Kebiasaan sederhana seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta menjaga pola hidup sehat dinilai mampu menurunkan risiko berbagai penyakit di masa mendatang.

"Menjaga kesehatan harus dimulai sejak sekarang. Kalau niat untuk hidup sehat sudah ada, maka pola pikir kita juga akan mengikuti. Sehat adalah investasi yang sangat berharga, sehingga harus dijaga sejak usia muda," kata Raffi.

Melalui rangkaian peringatan HUT ke-58 ini, BPJS Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat upaya promotif dan preventif sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Editor : Wawan
#runner #kesehatan #jkn #BPJS Kesehatam #Run