Adkasi Apresiasi Kebijakan Penyerapan Gabah Rp 6.500, Sebut Petani Kini Nikmati Keuntungan yang Lebih Baik

Baca Juga: IPOT Luncurkan AI Analytics dan Trade Flow, AI-Powered Trading Platform Pertama di Indonesia
Ketua Umum Adkasi sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Blora, Siswanto, mengatakan berbagai laporan dari daerah menunjukkan petani saat ini merasakan perubahan yang signifikan sejak pemerintah memperkuat kebijakan harga gabah, penyederhanaan pupuk bersubsidi, serta berbagai program peningkatan produksi pertanian.
“Kami datang bukan hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga memberikan apresiasi. Dari hasil Rapat Koordinasi Wilayah DPRD Se-Pulau Sumatra yang dihadiri sepuluh provinsi, kami memperoleh banyak laporan positif mengenai sektor pertanian. Kami melihat langsung kebijakan pemerintah melalui Menteri Pertanian memberikan dampak nyata bagi petani,” ujarnya.
Menurut Siswanto, keberhasilan pemerintah menjaga HPP gabah pada level Rp 6.500 per kilogram telah menciptakan keseimbangan yang baik antara kepentingan petani, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Harga gabah saat ini berada pada titik yang baik. Petani memperoleh keuntungan yang layak, sementara harga beras tetap dapat dikendalikan. Menurut kami, keseimbangan ini perlu terus dipertahankan,” katanya.
Selain kebijakan harga gabah, Adkasi juga mengapresiasi reformasi tata kelola pupuk bersubsidi yang kini dinilai semakin mudah diakses petani dengan harga yang lebih terjangkau.
“Dari laporan teman-teman DPRD di berbagai daerah, pupuk sekarang benar-benar lebih mudah didapat dan harganya lebih murah. Yang paling penting, kebijakan itu tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan sampai ke lapangan. Ini patut diapresiasi,” ujarnya.
Adkasi menilai, berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah mulai mengubah cara pandang masyarakat terhadap sektor pertanian. Di berbagai daerah, minat generasi muda untuk kembali bertani mulai meningkat karena sektor pertanian dinilai semakin menjanjikan secara ekonomi.
Baca Juga: PLN Ungkap Penyebab Pemadaman Bergilir di Samarinda, Perbaikan PLTGU Ditarget Rampung Juli 2026
“Kami melihat geliat pertanian sangat berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Banyak anak muda mulai tertarik kembali bertani karena mereka melihat ada harapan dan keuntungan yang nyata. Ini menunjukkan bahwa kebijakan yang dijalankan pemerintah telah memberikan optimisme baru bagi sektor pertanian nasional,” kata Siswanto.
Selain memberikan apresiasi terhadap keberhasilan program pertanian, Adkasi juga menyampaikan sejumlah aspirasi daerah, termasuk pengembangan komoditas strategis seperti tebu, peternakan, dan kelapa sawit.
Menurut Siswanto, forum dialog yang dibangun Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah sangat membantu dalam menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




