Ancaman Kemarau Ekstrem! Pemprov Kaltim Gelontorkan Bantuan BBM Buat Pompa Air Petani

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 10:30 WIB
Ilustrasi padi sawah.
Ilustrasi padi sawah.

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian dari ancaman kekeringan. Guna memastikan alat dan mesin pertanian (Alsintan) tetap menderu di tengah musim kemarau, bantuan bahan bakar minyak (BBM) disalurkan khusus bagi kelompok tani yang memenuhi kriteria.

Ketersediaan BBM menjadi urat nadi utama agar pompa air, traktor, hingga mesin panen tetap sanggup beroperasi. Langkah ini diambil demi mempercepat masa tanam, menekan risiko gagal panen, serta menjaga produktivitas pangan di Benua Etam tetap stabil.

Kepala DPTPH Kaltim, Fahmi Himawan, membeberkan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari pengadaan ratusan unit bantuan pompa air yang telah disebar ke 10 kabupaten/kota di Kaltim sejak beberapa tahun terakhir.

"Pada tahun 2026 ini kami memberikan dukungan melalui anggaran bantuan BBM bagi para petani yang mengalami kekeringan. Bantuan ini digunakan untuk mengoperasikan pompa-pompa air yang telah disalurkan sehingga tetap dapat dimanfaatkan saat dibutuhkan," terang Fahmi Himawan saat mengisi diskusi bertema ancaman cuaca ekstrem terhadap pangan Kaltim.

Secara teknis, pasokan BBM jenis Pertamax ini disalurkan berdasarkan usulan dari Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) yang dilanjutkan dengan proses verifikasi ketat di lapangan.

DPTPH Kaltim menyasar penggunaan pompa air berukuran portabel yang ramah mobilitas, sehingga mudah dipindahkan petani sesuai titik area persawahan yang mengalami kekeringan.

Lewat intervensi bantuan operasional BBM dan pendampingan teknologi Alsintan ini, Pemprov Kaltim optimistis dapat membentengi ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga kesejahteraan para petani dari hantaman cuaca ekstrem. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
petani sawah