Dua Tower ERS Transmisi Talisayan–Maloy Rampung Didirikan, PLN Kerahkan 150 Personel

Wawan • Dipublikasikan Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:33 WIB
Personel PLN bersama tim gabungan melaksanakan pekerjaan lanjutan di area tower ERS, termasuk penyiapan perlengkapan dan tahapan pemasangan penghantar dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja.
Personel PLN bersama tim gabungan melaksanakan pekerjaan lanjutan di area tower ERS, termasuk penyiapan perlengkapan dan tahapan pemasangan penghantar dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja.

 

PROKAL.co, BERAU — Upaya pemulihan jaringan transmisi 150 kV Talisayan–Maloy terus menunjukkan perkembangan. Hingga Jumat (30/10/2026), dua tower Emergency Restoration System (ERS) pada titik T.115 dan T.116 telah berhasil didirikan. Saat ini, pekerjaan berlanjut pada tahap pemasangan konduktor atau penghantar dengan dukungan 150 personel gabungan yang dikerahkan di lokasi.

Setelah pendirian kedua tower tersebut, personel gabungan melanjutkan berbagai pekerjaan teknis untuk mendukung pemulihan jaringan. Pemasangan aksesori tower dan penghantar dilakukan secara bertahap, sementara pengamanan serta pembersihan jalur transmisi juga terus dikerjakan agar seluruh proses berjalan sesuai kebutuhan teknis di lapangan.

Sebanyak 150 personel gabungan terlibat dalam penanganan ini. Mereka bekerja secara bergantian pada siang dan malam hari dengan pembagian tugas sesuai keahlian dan kebutuhan pekerjaan. Koordinasi antartim terus diperkuat untuk memastikan setiap tahapan dapat berjalan efektif dan terukur.

General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menyampaikan bahwa keberhasilan pendirian dua tower ERS menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pemulihan transmisi Talisayan–Maloy. Saat ini, PLN terus mendorong penyelesaian pekerjaan lanjutan agar jaringan dapat segera kembali beroperasi.

“Proses pemulihan terus kami percepat melalui kerja bersama seluruh personel dan dukungan berbagai pihak. Setelah dua tower ERS berhasil didirikan, pekerjaan kini berlanjut pada pemasangan penghantar dan penyelesaian tahapan teknis lainnya. Kami memahami pentingnya jaringan transmisi ini bagi keandalan pasokan listrik, sehingga setiap pekerjaan terus kami kawal dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan keamanan sistem,” ujar Riko.

Di tengah upaya percepatan tersebut, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tetap menjadi prioritas. Seluruh personel diwajibkan menjalankan pekerjaan sesuai standar operasional prosedur (SOP), memperhatikan kondisi lingkungan kerja, serta memastikan koordinasi dan pengamanan pada setiap tahapan penanganan.

PLN terus memantau perkembangan pekerjaan di lapangan dan mengawal seluruh proses hingga pemulihan tuntas. Upaya ini dilakukan untuk memastikan jaringan transmisi 150 kV Talisayan–Maloy dapat kembali beroperasi secara aman dan andal.

Editor : Wawan
PLN UIP3B Kalimantan PLN UIP3B