BP Islamic Center Kaltim Gelar Kampung Religi, Jadi Pusat Interaksi dan Pemberdayaan Masyarakat

Redaksi • Dipublikasikan Senin, 2 November 2026 | 10:31 WIB
EVENT: Kampoeng Religi di Islamic Center Kaltim, Samarinda. ISTIMEWA
EVENT: Kampoeng Religi di Islamic Center Kaltim, Samarinda. ISTIMEWA

PROKAL.CO, SAMARINDA-Suasana semarak tersaji di Alun-Alun Masjid Raya Baitul Muttaqien, Kompleks Islamic Center Kalimantan Timur (Kaltim) di Samarinda pada Minggu (1/11/2026) malam.  Malam itu mulai dibuka Kampoeng Religi 2026 yang akan berlangsung hingga 7 November 2026.

Event kolaborasi Badan Pengelola Islamic Center (BPIC) Kaltim dengan Backstagers Samarinda ini mengusung tema Meraih Berkah, Bersama dalam Kebaikan. 

Pembukaan acara ini dirangkai dengan tablig akbar yang menghadirkan penceramah nasional, Ustaz Das'ad Latif. Pada kesempatan itu, Ustaz Das'ad Latief menyampaikan tausyiah di hadapan jamaah yang hadir, dengan gayanya yang khas selalu menyelipkan humor.

Baca Juga: KBB Sadunia Menuju Kongres Desember, Ini Kata Irianto Lambrie terhadap Kepemimpinan Paman Birin

Pada agenda pembukaan, Ketua BPIC Kaltim, Irianto Lambrie, memaparkan Kampoeng Religi berangkat dari sebuah pemikiran bahwa keberadaan Islamic Center harus terus dikembangkan.

“Kita tidak ingin Islamic Center hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan peribadatan, tetapi juga menjadi pusat interaksi sosial, pendidikan, kebudayaan, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Periode 2016-2021 itu,  Islamic Center merupakan ruang publik yang memiliki potensi besar untuk mempertemukan berbagai lapisan masyarakat.

Di tempat ini, nilai-nilai keagamaan dapat disampaikan melalui berbagai pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk melalui seni, budaya, kreativitas, dan kegiatan sosial.

Atas dasar pemikiran tersebut, BPIC Kaltim menjalin kerja sama dengan Backstagers Samarinda untuk menyelenggarakan Kampung Religi.

“Kami memandang kerja sama ini sebagai bentuk kolaborasi positif antara lembaga pengelola kawasan keagamaan dengan komunitas dan pelaku industri kreatif. Kami percaya bahwa dakwah tidak selalu harus disampaikan melalui mimbar. Dakwah juga dapat hadir melalui kegiatan kebudayaan, kreativitas, interaksi sosial, dan
aktivitas ekonomi yang tetap berlandaskan nilai-nilai Islam,” ujar pria yang juga pernah menjaba sebagai Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim itu. 

Irianto menjelaskan, Kampung Religi ini memiliki beberapa tujuan dan manfaat yang ingin dicapai bersama.  Pertama, memperkenalkan Islamic Center Kaltim kepada masyarakat secara lebih luas, sehingga kawasan ini semakin dikenal sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus pusat aktivitas sosial dan kemasyarakatan. 

Kedua, membangun ruang interaksi masyarakat yang bernuansa religius,
inklusif, dan edukatif. Pihaknya ingin menghadirkan suasana ketika keluarga, anak-anak, generasi muda, dan masyarakat umum dapat berkumpul dalam kegiatan yang positif.

Baca Juga: Dua Ekor Penyu Naik ke Pesisir Pulau Derawan, Dalam Dua Bulan Segini yang Bertelur

Ketiga, memperkuat syiar Islam melalui pendekatan yang kreatif dan sesuai dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai dan prinsip ajaran agama.

Keempat, memberikan ruang bagi tumbuhnya kreativitas masyarakat dan pelaku usaha, khususnya UMKM, sehingga kegiatan keagamaan juga dapat memberikan manfaat ekonomi.  

Kelima, membangun sinergi dan kemitraan antara BPIC, komunitas
kreatif, pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat.

“Kami berharap manfaat kegiatan ini tidak berhenti pada berlangsungnya
acara malam ini. Lebih dari itu, Kampung Religi diharapkan menjadi embrio bagi kegiatan-kegiatan serupa yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan,” katanya.  

Lebih jauh, kata dia, Kaltim saat ini sedang berada dalam fase penting pembangunan daerah. Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), memberikan peluang sekaligus tantangan besar bagi masyarakat Benua Etam.

Dari sisi ekonomi, Kaltim memiliki potensi yang sangat besar. Sektor pertambangan, industri pengolahan, perdagangan, perkebunan, konstruksi, dan berbagai sektor lainnya terus memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Kaltim pada triwulan dua tahun 2026 tumbuh 3,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, kondisi saat ini juga harus disadari bahwa pertumbuhan ekonomi belum otomatis berarti seluruh masyarakat telah menikmati kesejahteraan secara merata.

Data BPS Maret 2026 masih mencatat sekitar 200,64 ribu penduduk Kaltim berada dalam kategori miskin, dengan tingkat kemiskinan sebesar 5,14 persen. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 masih berada pada angka 5,27 persen.

“Angka-angka tersebut mengingatkan kita bahwa pembangunan ekonomi
harus terus diikuti dengan upaya pemberdayaan masyarakat, penciptaan
lapangan kerja, penguatan UMKM, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dalam konteks inilah, kami memandang Islamic Center perlu
mengambil bagian,” jelasnya. 

Lembaga keagamaan tidak cukup hanya berbicara tentang kesalehan individual, tetapi juga harus berkontribusi terhadap kesalehan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Dari HKBP Sentosa, Andi Harun Serukan Persaudaraan dan Gotong Royong untuk Kemajuan Samarinda

Islam mengajarkan kepedulian kepada kaum duafa, mendorong umat untuk bekerja dan berusaha, serta mengajarkan pentingnya berbagi dan membantu sesama.

Karena itu, dia berharap Kampung Religi tidak hanya menjadi kegiatan
seremonial, tetapi juga menjadi ruang yang membuka peluang ekonomi
masyarakat. 

Jika ada UMKM yang tumbuh, jika ada pedagang kecil yang memperoleh tambahan penghasilan, jika ada komunitas kreatif yang mendapatkan kesempatan berkarya, maka sesungguhnya kegiatan ini juga telah memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin membangun keberagamaan yang tidak hanya tampak dalam aktivitas ritual, tetapi juga terasa dalam kehidupan sosial dan ekonomi,” sebutnya. (*) 

 

Editor : Faroq Zamzami
islamic center kampoeng religi irianto lambrie kaltim