Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Yakult Datangkan Profesor dari Jepang

Faroq Zamzami • Sabtu, 15 Februari 2025 - 00:15 WIB
Naomi Aiba
Naomi Aiba

PROKAL.CO, JAKARTA-Sejak 6 Januari 2025 program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai direalisasikan setelah melalui masa uji coba dan evaluasi. 

Meski dilakukan secara bertahap, kegiatan ini menjadi wujud janji kampanye yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Dengan kerja sama yang baik antarpemangku kepentingan, niscaya program ini dapat menciptakan Indonesia Emas 2045. 

Ini adalah sebuah harapan yang sangat baik di masa bonus demografi saat ini.

MBG menjadi fenomena baru yang dinanti seluruh komponen yang berhak menerima saat ini. 

PT Yakult Indonesia Persada anak usaha dari Yakult Honsha Co Ltd Japan memproduksi dan memasarkan produk minuman susu fermentasi merek Yakult turut mendukung keberhasilan program ini dengan cara yang spesifik.

Yakni, melakukan Seminar Shokuiku pada, Kamis, 13 Februari 2025 di Westin Hotel, Jakarta. 

DUKUNGAN: Presdir PT Yakult Indonesia Persada Hiroshi Kawaguchi saat memberi sambutan, Kamis, 13 Februari 2025.
DUKUNGAN: Presdir PT Yakult Indonesia Persada Hiroshi Kawaguchi saat memberi sambutan, Kamis, 13 Februari 2025.

Ketertarikan akan hal ini adalah karena sejak lebih dari 80 tahun, Jepang telah melakukan edukasi pola makan siang di sekolah yang disebut dengan program Shokuiku.

Yakni, pola makan seimbang yang masih berjalan hingga saat ini dan menjadi kearifan pemerintah di sana.

Untuk menjelaskan proses dan pelaksanaan kegiatan ini di Jepang, PT Yakult Indonesia Persada secara khusus menghadirkan pembicara Prof Naomi Aiba dari Kanagawa University, Jepang.

Dia sering memberi edukasi kepada jurnalis dan praktisi yang menghadiri kyushoku (belajar makan siang di sekolah) dalam skala lokal di Jepang ataupun internasional. 

Dengan adanya kesempatan ini, diharapkan pemangku kepentingan dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan guna mensukseskan MBG di Indonesia.

Dalam pemaparannya, Prof Naomi Aiba menyampaikan, Shokuiku (pendidikan pangan dan gizi) di sekolah, memberikan anak-anak pengetahuan tentang makanan dan santapan.

Mereka dilatih untuk membuat keputusan yang tepat terkait makanan. 

“Anak-anak juga didorong untuk memimpin dalam membuat pola makan sehat untuk diri mereka sendiri dan orang lain sebagai bagian dari inisiatif Shokuiku,” katanya.

Lebih luas, dia menyebut, kondisi gizi bukan merupakan masalah sektoral, domestik atau regional. 

Tetapi menjadi masalah lintas bangsa, bahasa, dan teritori. 

Terkait dengan masalah gizi, perlu diperhatikan jumlah orang yang mengalami obesitas karena nutrisi yang tidak sesuai. 

Di sisi lain, banyak juga manusia yang mengalami kondisi gizi buruk sehingga Indeks Masa Tubuh (Body Mass Index = BMI) di bawah standar ideal yang merupakan hasil dari kurangnya asupan kebutuhan gizi. 

Data dari WHO memberikan gambaran betapa komposisi anak yang mengalami stunting hampir empat kali lipat dari jumlah anak yang mengalami obesitas. 

Bahkan masih banyak anak yang kondisi tubuhnya terlalu kurus.

Keadaan yang tidak baik saat ini akibat dari masalah di atas menjadi tugas yang memerlukan tindakan.

Sementara itu, sebagai penentu dalam pelaksanaan MBG ini, Badan Gizi Nasional melalui Deputi Promosi dan Kerja Sama Dr Nyoto Suwignyo memberi informasi yang lebih dalam lagi dari sisi regulasi dan target pemerintah sehingga masyarakat umum dapat mengetahui secara lebih lengkap. 

Guna memberi wacana pengetahuan dari sisi teknologi pangan, pembicara akademisi dari IPB Prof Made Astawan juga diundang. 

Pada akhir acara, pemateri dari BPOM memberikan paparan Dukungan BPOM dalam Program Makanan Bergizi Gratis yang disampaikan oleh Ema Setyawati, selaku Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan.

Kehadiran para pemangku kepentingan seperti kementerian, asosiasi, pendidik, dan jurnalis baik cetak, digital dan elektronik, akan menjadikan penyebaran informasi pendidikan ini dapat lebih luas lagi cakupannya. (far)

Editor : Faroq Zamzami
#Mbg #jepang #yakult #Makan Bergizi Gratis