PROKAL.CO- Seringkali dalam situasi darurat, masyarakat masih terjebak pada mitos penggunaan bahan dapur seperti odol, mentega, hingga serbuk kopi untuk mengobati luka bakar. Padahal, para ahli medis menegaskan bahwa pertolongan pertama yang paling efektif dan ilmiah hanyalah dengan mengguyur area yang terdampak menggunakan air mengalir suhu ruang selama 10 hingga 20 menit. Langkah sederhana ini merupakan prosedur krusial sebelum mengoleskan salep khusus luka bakar dan menutupnya dengan kasa steril.
Alasan medis di balik penggunaan air mengalir berkaitan erat dengan proses perpindahan panas. Saat kulit terpapar panas, suhu tinggi tidak langsung hilang begitu saja melainkan "terperangkap" di dalam jaringan kulit selama beberapa waktu. Jika tidak segera didinginkan, proses kerusakan jaringan akan terus berlanjut ke lapisan yang lebih dalam meskipun sumber api atau panas sudah tidak ada. Air mengalir berfungsi untuk menyerap dan membuang sisa panas tersebut secara efektif, sehingga mempercepat penghentian kerusakan jaringan dan mengurangi kedalaman luka yang terbentuk.
Di sisi lain, penggunaan zat asing seperti odol atau kopi justru membawa dampak buruk yang signifikan bagi pemulihan pasien. Bahan-bahan tersebut tidak steril dan secara drastis meningkatkan risiko infeksi pada area luka yang terbuka. Selain itu, saat bahan tersebut mengering di atas luka, ia akan menciptakan lapisan penutup yang justru memerangkap panas di dalam kulit. Hal ini mencegah terjadinya perpindahan panas keluar, sehingga jaringan kulit berisiko mengalami kerusakan yang jauh lebih parah.
Selain risiko infeksi, beberapa bahan rumah tangga juga bersifat iritan kimia yang dapat memperburuk kondisi luka. Dampak medis lainnya akan terasa saat pasien dibawa ke fasilitas kesehatan; dokter harus membersihkan sisa-sisa bahan yang mengering tersebut. Proses pembersihan ini sering kali menyebabkan terbukanya luka baru atau memperlebar luka yang sudah ada, yang secara otomatis memperlama masa penyembuhan. Oleh karena itu, prinsip utama pertolongan pertama adalah menghentikan perluasan luka dengan zat yang paling aman dan efektif, yakni air mengalir. (*)
Editor : Indra Zakaria