PROKAL.CO– Banyak pengendara yang masih salah kaprah dan mengira bahwa takalap atau microsleep hanya terjadi akibat kurang tidur. Padahal, ada faktor lain yang diam-diam mengintai keselamatan Anda di balik kemudi. Dokter sekaligus pegiat kesehatan ternama, dr. Tirta Mandira Hudhi atau yang akrab disapa dr Tirta, membongkar bahwa musuh utama pengendara saat perjalanan jauh justru sering kali bukan rasa kantuk biasa, melainkan dehidrasi.
Microsleep sendiri merupakan kondisi mengerikan ketika otak kehilangan kesadaran secara mendadak selama beberapa detik. Meski terjadi sekejap, dampaknya bisa fatal karena kendaraan tetap melaju kencang tanpa kontrol penuh dari sopir.
Menurut dr Tirta, pengendara sering tidak sadar bahwa berada di dalam mobil ber-AC dalam waktu lama justru menguras cairan tubuh mereka dengan cepat. “Penyebab utama microsleep ini adalah dehidrasi. Kondisi cuaca panas, di dalam AC, enggak sadar kalau butuh cairan karena enggak haus. Jadinya dehidrasi, akhirnya microsleep,” ungkap dr Tirta melalui utas di akun X (Twitter) pribadinya.
Ia menjelaskan bahwa ketika tubuh kekurangan cairan, dampaknya akan langsung menyerang stamina. Tubuh menjadi lebih cepat lelah dan otak dipaksa bekerja ekstra keras untuk mempertahankan fokus, terutama saat mata terus-menerus menatap jalanan yang monoton.
4 Jurus Ampuh dr Tirta Jinakkan 'Monster' Microsleep
Guna menekan angka kecelakaan akibat hilangnya konsentrasi di jalan raya, dr Tirta membagikan empat tips sederhana namun krusial yang wajib diterapkan oleh para pelancong jarak jauh:
1. Genjot Asupan Cairan Tubuh
Jangan tunggu sampai tenggorokan terasa kering. Minumlah air putih secara berkala selama perjalanan untuk memastikan otak tetap mendapatkan suplai oksigen dan fokus yang maksimal.
2. Istirahatkan Otot Mata Setiap 2 Jam
Menatap aspal selama berjam-jam membuat otot mata menegang. dr Tirta menyarankan pengemudi untuk menepi sejenak setiap dua jam sekali demi memberikan waktu jeda bagi indra penglihatan.
“Ketika sudah konsentrasi terus-menerus, otot mata akan lelah. Usahakan tiap dua jam relaksasi, melihat pandangan jauh ke depan agar otot mata relaks,” tuturnya.
3. Lakukan Stretching di Rest Area
Jangan langsung tidur saat di rest area. Sempatkan waktu untuk melakukan peregangan (stretching) statis maupun dinamis. Fokuskan gerakan pada area leher, punggung bawah, kaki, dan tangan agar aliran darah kembali lancar setelah duduk kaku dalam waktu lama.
4. 'Tabung' Tidur Sebelum Berangkat
Mempersiapkan fisik harus dilakukan jauh-jauh hari. Jangan pernah nekat menyetir rute jauh jika pola tidur Anda berantakan dalam beberapa hari terakhir. “Kalau sudah tahu mau nyetir jauh, maka pola tidur beberapa hari sebelumnya harus diatur. Apalagi bagi yang belum terbiasa nyetir jauh,” tegas dr Tirta.
Di akhir penjelasannya, dr Tirta mengingatkan bahwa langkah-langkah pencegahan ini memang tidak serta-merta menghapus risiko di jalan raya secara total. Namun, kedisiplinan pengemudi dalam menjaga kondisi tubuh dipastikan mampu meminimalisir potensi petaka. “Empat tips ini bisa dilakukan, tidak mengurangi risiko menjadi nol, tapi menekan risiko,” pungkasnya. (*)
Editor : Indra Zakaria