Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sering Angkat Beban dan Pakai Celana Ketat? Waspada Varikokel, Biang Keladi Gangguan Kesuburan Pria

Redaksi Prokal • Kamis, 28 Mei 2026 | 06:30 WIB
Ilustrasi pria sehat.
Ilustrasi pria sehat.

PROKAL.CO- Masalah infertilitas atau gangguan kesuburan selama ini sering kali diidentikkan dengan faktor wanita. Padahal, fakta medis menunjukkan bahwa pria menyumbang porsi yang sama besar dalam menentukan keberhasilan kehamilan. Dari sekian banyak pemicu, varikokel atau pembengkakan pembuluh darah vena di dalam kantung zakar (skrotum) menduduki peringkat pertama sebagai faktor terbesar penyebab gangguan fertilitas pada kaum adam. Mirisnya, kondisi ini kerap dipicu oleh gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari yang dilakukan tanpa sadar.

Dokter spesialis andrologi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof. Dr. dr. Silvia Werdhy Lestari, Sp.And, M.Biomed, menjelaskan bahwa varikokel muncul akibat adanya kerusakan atau malafungsi pada katup satu arah di pembuluh darah vena. Alih-alih mengalir lancar, darah justru berbalik arah dan menumpuk di area skrotum. Penumpukan inilah yang menyebabkan pembuluh darah membengkak, meningkatkan suhu di sekitar buah zakar, dan pada akhirnya berpotensi merusak kualitas sperma.

Beberapa kebiasaan yang dinilai menjadi pemicu utama terjadinya varikokel antara lain adalah terlalu sering mengangkat beban yang terlalu berat, gemar berendam di air panas, hingga kebiasaan memakai celana dalam atau celana panjang yang terlalu ketat.

“Ada yang gangguan mungkin post-testicular biasanya transportasinya, misalnya ada varikokel di situ. Nah ini jadinya faktor prianya, paling besar pertama itu adalah varikokel, tapi bukan berarti ada varikokel spermanya jelek,” ujar Prof. Silvia saat memberikan pemaparan dalam acara re-launching Klinik Yasmin RSCM di Jakarta.

Kendati varikokel menjadi momok menakutkan bagi kesuburan, Prof. Silvia menegaskan bahwa vonis varikokel tidak serta-merta membuat seorang pria mandul. Kasus ini bersifat sangat individual karena sebagian pria dengan varikokel ternyata masih memiliki jumlah sperma yang mencukupi serta kualitas DNA sperma yang tergolong bagus. Prosedur operasi biasanya baru akan direkomendasikan oleh tim medis apabila pembengkakan tersebut sudah menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Yang kita lebih khawatirkan bagaimana kualitas spermanya dulu, itu untuk fertilitas. Kalau misalnya varikokel grade 3 untuk indikasi operasi tapi spermanya masih banyak, DNA-nya masih bagus ya tidak apa-apa, kita mesti lihatnya per kasus,” katanya menambahkan.

Sebagai langkah preventif sekaligus solusi untuk mendongkrak kembali tingkat kesuburan, para pria sangat disarankan untuk segera membenahi pola hidup mereka. Hal ini dapat dimulai dari hal mendasar seperti rutin berolahraga secara terukur, menghentikan kebiasaan merokok, serta memperbanyak konsumsi makanan tinggi protein dan padat gizi. Proses pengolahan makanan juga wajib diperhatikan dengan mengurangi hidangan yang digoreng berlebihan atau dibakar, karena metode memasak tersebut dapat merusak kandungan nutrisi penting di dalamnya.

Terakhir, para pria diimbau untuk tidak ragu atau tabu dalam melakukan pemeriksaan kualitas sperma secara medis, baik sebelum melangsungkan pernikahan maupun saat merencanakan program kehamilan dan bayi tabung. Deteksi dini dinilai menjadi kunci utama agar potensi gangguan kesuburan bisa ditangani dengan cepat dan tepat.

“Bahwa memang infertilitas itu tidak berbicara tentang ibunya saja, tapi ada bapak-bapaknya. Sebenarnya laki-laki juga menyebabkan faktor infertilitas, jadi kalau kita menyelesaikan infertilitas pria, berarti kita sudah menyelesaikan faktor infertilitas sebanyak separuhnya,” tutur Prof. Silvia menegaskan pentingnya kesadaran bersama dalam pasangan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#sperma