Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Hubungan Rahasia Perut dan Mood: Mengapa Usus yang Sehat Bikin Pikiran Waras

Indra Zakaria • Jumat, 29 Mei 2026 | 09:00 WIB
Ilustrasi usus manusia.
Ilustrasi usus manusia.

PROKAL.CO- Selama ini kita tahu bahwa otak di dalam kepala adalah pusat kendali atas segala emosi, pikiran, dan suasana hati (mood). Namun, tahukah Anda bahwa ada organ lain yang memegang kendali serupa, bahkan sering dijuluki sebagai "otak kedua" manusia? Organ tersebut adalah usus Anda.

Sebuah fakta medis mengejutkan mengungkapkan bahwa usus tidak hanya berfungsi sebagai tempat mengolah makanan. Lebih dari itu, usus bertanggung jawab memproduksi sekitar 90 persen serotonin yang ada di dalam tubuh manusia. Sebagai informasi, serotonin adalah zat kimia otak (neurotransmiter) kunci yang mengendalikan kebahagiaan, kecemasan, hingga kualitas tidur seseorang.

Hubungan Erat antara Perut dan Suasana Hati

Meskipun serotonin dikenal sebagai hormon "pemicu bahagia" di otak, pabrik utama pembuatannya justru berada di dalam sistem pencernaan. Sel-sel khusus di lapisan usus bekerja keras memproduksi zat ini setiap hari. Di dalam usus, serotonin mengemban tugas ganda yang sangat krusial:

Mengatur Gerakan Pencernaan: Memastikan makanan bergerak lancar di dalam saluran usus.

Mengirim Sinyal ke Otak: Berkomunikasi langsung dengan otak di kepala untuk memengaruhi mood dan emosi kita.

Pernahkah Anda merasa mulas atau "kupu-kupu di dalam perut" (butterflies in the stomach) saat sedang gugup? Atau merasa mendadak bad mood ketika pencernaan sedang bermasalah? Itulah bukti nyata bahwa usus dan otak Anda sedang saling "curhat" melalui jalur serotonin ini.

Mengapa Disebut "Otak Kedua"?

Sistem saraf yang membungkus saluran pencernaan kita—dikenal dengan nama Enteric Nervous System (ENS)—memiliki jaringan yang sangat kompleks dengan ratusan juta sel saraf. Saking mandirinya, sistem saraf usus ini tetap bisa menjalankan fungsinya dengan baik bahkan jika jalur komunikasi utamanya ke otak pusat terputus.

Para ilmuwan sepakat bahwa kesehatan usus (gut health) berdampak langsung pada kesehatan mental. Pola makan yang buruk tidak hanya merusak sistem pencernaan, tetapi juga bisa mengacaukan produksi serotonin, yang pada akhirnya memicu stres dan kecemasan.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan usus dengan mengonsumsi makanan berserat dan kaya probiotik bukan lagi sekadar urusan diet menurunkan berat badan, melainkan langkah awal untuk menjaga pikiran tetap waras dan bahagia. (*)

Editor : Indra Zakaria
#serotonin #perut #usus besar