Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pabrik Hormon Tersembunyi: Mengapa Usus Layak Disebut Organ Paling Sibuk di Tubuh Manusia

Indra Zakaria • Jumat, 29 Mei 2026 | 07:00 WIB
Ilustrasi usus manusia.
Ilustrasi usus manusia.

 
PROKAL.CO- Selama ini masyarakat awam hanya mengenal usus sebagai saluran yang berfungsi mengolah dan menyerap sisa makanan. Namun, dunia medis modern mengungkap fakta mengejutkan bahwa usus sebenarnya adalah organ endokrin atau penghasil hormon terbesar yang dimiliki manusia. Melalui sel-sel khusus bernama enteroendokrin yang tersebar di sepanjang lapisannya, usus mengendalikan banyak fungsi vital mulai dari sistem pencernaan, kadar gula darah, hingga kendali nafsu makan dan suasana hati.

Perjalanan hormon ini dimulai sejak makanan menginjakkan kaki di usus dua belas jari atau duodenum. Di area ini, tubuh mengaktifkan kolesistokinin ketika mendeteksi masuknya lemak dan protein. Hormon ini bekerja cepat merangsang kantung empedu dan pankreas untuk mengeluarkan cairan serta enzim pencernaan, sekaligus mengirimkan sinyal kenyang ke otak. Di saat yang sama, hormon sekretin diproduksi untuk menetralkan asam lambung yang masuk agar tidak merusak dinding usus, sementara komponen bernama Gastric Inhibitory Peptide atau GIP bertugas memicu pelepasan insulin sejak dini, bahkan sebelum kadar gula darah sempat melonjak tinggi.

Beralih ke bagian usus kosong dan usus penyerapan, aktivitas hormonal tidak kalah sibuk. Di sinilah diproduksi Glucagon-Like Peptide-1 atau GLP-1, sebuah hormon yang kini sangat populer di dunia medis sebagai basis obat diabetes dan diet modern. GLP-1 bekerja menekan rasa lapar di otak, memperlambat pengosongan lambung, dan merangsang produksi insulin. Kerja hormon ini didukung oleh Peptida YY yang dilepaskan setelah makan untuk memperlambat pergerakan usus, sebuah mekanisme cerdas agar tubuh memiliki waktu yang cukup untuk menyerap seluruh nutrisi secara efisien.

Menariknya, kecanggihan usus tidak berhenti pada fungsi fisik semata. Organ ini juga menjadi rumah bagi produksi sekitar sembilan puluh persen serotonin tubuh, sebuah zat kimia yang tidak hanya mengatur pergerakan usus tetapi juga memegang kendali atas suasana hati atau mood manusia. Fakta inilah yang mendasari mengapa para ilmuwan kerap menjuluki usus sebagai "otak kedua" manusia, sebuah sistem mandiri yang membuktikan bahwa kesehatan pikiran kita ternyata sangat ditentukan oleh apa yang terjadi di dalam perut. (*)

Editor : Indra Zakaria
#serotonin #usus