KANDANGAN – Pertambangan tanpa izin (Peti) di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) belakangan semakin merajalela. Dari informasi yang didapat, penambang ilegal bahkan berani beroperasi di kawasan Cagar budaya Benteng Madang, di Desa Madang, Kecamatan Padang Batung.
Akibat peti dilakukan oknum tidak bertanggungjawab di kawasan situs budaya tersebut, Benteng Madang yang merupakan peninggalan bersejarah perjuangan Tumenggung Antaludin melawan penjajah Belanda terancam tergusur dan lenyap.
Anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komite Investigasi Negara (KIN) Kabupaten HSS, Salman Alfarisi mengatakan, eksploitasi aktivitas peti yang berjarak sekitar 50 meter dari pintu gerbang cagar budaya Benteng Madang tersebut sudah dilakukan sekitar setengah bulan lalu atau di awal bulan Oktober tadi.
“Diperkirakan peti di Madang tersebut sudah melakukan eksploitasi sekitar satu sampai dua hektare,” ujarnya, Sabtu (17/10) akhir pekan tadi.
Dari eksploitasi peti dilakukan oknum tidak bertanggungjawab di areal tersebut diperkirakan sudah tidak kali loading, dengan perkiraan batu bara keluar sekitar 3.000 ton dan dibawa ke luar Kabupaten seperti Kabupaten Tapin dan Tabalong.
“Mereka membawa hasil batu bara di malam hari dan melalui jalan Kabupaten dan nasional,” ceritanya.
Peti sudah dilakukan sangat mengganggu warga dan merugikan daerah dan negara. Karena menggunakan jalan Kabupaten dan nasional.
“Apalagi peti tanpa memperdulikan dampak lingkungan, dan mengancam keberadaan situs cagar budaya Benteng Madang,” sebut Salman.
Aparat penegak hukum diminta mengusut secara tuntas peti di lahan konsesi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Antang Gunung Meratus (AGM) yang ditegaskan perusahaan tidak ada melakukan aktivitas pertambangan di wilayah tersebut. Karena mendekati area cagar budaya Benteng Madang.
“Kami berharap usut tuntas penambang liar di Kabupaten HSS. Karena merusak lingkungan dan merusak jalan dibangun, baik jalan daerah maupun nasional,” tutur Salman.
Dari pantauan di lokasi, areal peti memang sudah tidak terlihat aktivitas ada penambangan dari alat berat digunakan. Hanya terlihat beberapa stok batu bara karungan yang belum terangkut. Bahkan sudah ada ada garis polisi dipasang. (shn/yn/bin)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin