Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kasus Pencabulan Anak dan Prostitusi Naik di Banjarbaru

miminradar-Radar Banjarmasin • Sabtu, 2 Januari 2021 - 21:06 WIB
LAPORKAN: Jajaran Polres Banjarbaru memggelar rilis akhir tahun terkait pengunhkapan dan tren kasus sepanjang tahun 2020. | FOTO: POLRES BANJARBARU FOR RADAR BANJARMASIN
LAPORKAN: Jajaran Polres Banjarbaru memggelar rilis akhir tahun terkait pengunhkapan dan tren kasus sepanjang tahun 2020. | FOTO: POLRES BANJARBARU FOR RADAR BANJARMASIN

BANJARBARU - Sepanjang tahun 2020 kemarin. Kasus terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Banjarbaru rupanya naik. Hal ini juga dibarengi dengan tren kasus prostitusi yang turut naik.

Tren kenaikan kasus ini sendiri terungkap dalam rilis akhir tahun kinerja Polres Banjarbaru pada Kamis (31/12) kemarin. Di dalam laporan tersebut, ada beberapa fakta yang diungkap oleh aparat sepanjang tahun 2020.

Menilik data yang disajikan, salah satu tren yang meningkat ada pada kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Disebutkan, bahwa di tahun 2020 total ada 35 kasus yang terjadi di wilayah hukum Kota Banjarbaru.

"Ini terjadi kenaikan (dibanding 2019). Tahun lalu ada 29 kasus, sekarang naik jadi 35 kasus. Jika dipersentasikan, kenaikannya mencapai 35 persen dari tahun 2019," kata Kapolsek Banjarbaru, AKBP Doni Hadi Santoso.

Lanjutnya, dari kajian dan data kasus yang ditangani pihaknya. Kasus pencabulan terhadap anak ini rupanya didominasi oleh pelaku dari kalangan orang terdekat korban.

"Jadi yang mendominasi untuk pelakunya orang terdekat korban, atau bisa dibilang masih punya hubungan keluarga," sambung Kapolres.

Kemudian, dari laporan juga turut dibeberkan bahwa pengungkapan kasus bisnis prostitusi di Kota Banjarbaru turut mengalami kenaikan. Tren kebaikan bisnis esek-esek ini malah mencapai angka 100 persen.

"Melalui unit Satuan Sabhara Polres Banjarbaru yang gencar melakukan operasi razia dalam menjaring bisnis prostitusi di wilayah Banjarbaru. Di tahun 2020 ini ada terjadi tren kenaikan kasus prostitusi," ucapnya.

Secara data, tahun 2020 ini sebut Kapolres ada mencapai 45 kasus bisnis prostitusi yang berhasil diungkap kepolisian. Ini jauh lebih banyak dari tahun 2019 yang hanya ada 18 kasus.

"Untuk tindak lanjutnya, semua kasus kita sidang tipiring (tindak pidana ringan). Beberapa dari mereka yang dikenakan denda dan ada juga yang dipulangkan ke kampung halamannya di luar kota Banjarbaru," ujarnya.

Masih berkaitan dengan penyakit masyarakat, di tahun 2020 tadi rupanya tren kasus penjualan miras ilegal turut naik. Yang mana di tahun 2019 ada 19 kasus sedangkan tahun 2020 naik jadi 22 kasus atau 34 persen.

Adapun, dalam laporannya Kapolres juga turut mengumumkan kasus kriminalitas yang menonjol sepanjang 2020. Baik tindak pidana pencurian, penipuan serta peredaran gelap narkotika.

Diutarakannya, salah satu kasus yang menonjol ialah pencurian bernilai Rp500 juta lebih. Yang mana dalam kasus ini pelakunya ialah seorang tenaga honorer yang berkerja di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Banjarbaru.

Peristiwa itu terjadi pada Juni 2020. Pelaku berinisial EL (30) mencuri sejumlah barang berharga di kantornya sendiri. Pencurian itu dilakukan pelaku pada malam hari dengan menggunakan sebuah mobil pick up, dengan menggondol berbagai jenis barang seperti AC, genset, dan sound system.

Syahdan, ia juga menjelaskan kasus menonjol lainnya ialah aksi berkedok penipuan online bernilai ratusan juta rupiah. Kasus ini terjadi pada September 2020, yang mana pelaku berjumlah 3 orang.

"Modus penipuannya berawal saat korban berkenalan dengan pelaku melalui aplikasi Michat lalu berlanjut di WhatsApp. Lewat komunikasi aplikasi pesan itu, ada terjadi transfer uang ratusan juta rupiah. Pelaku meminta uang kepada korban, dengan dalih biaya pengganti putus kontrak di suatu perusahaan," ceritanya.

Terakhir, kasus menonjol lainnya datang dari tindak peredaran gelap narkotika. Dalam hal ini, Polres Banjarbaru berhasil mengungkapkan peredaran barang haram tersebut dengan tangkap barang bukti sabu-sabu seberat 909,52 gram.

"Total sabunya bernilai 1,2 miliar rupiah. Pelaku yang kita amankan dua orang, lokasi penangkapan di samping SMP Negeri 9 Banjarbaru, Kecamatan Landasan Ulin," beber Kapolres.

Meski begitu, kata Kapolres untuk tren penurunan kasus narkoba mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2019. "Dan di tahun ini lebih dominan para pelaku yang ditangkap berasal dari luar daerah Kota Banjarbaru," pungkasnya. (rvn/bin/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Kriminal Mesum #Kriminal Pencabulan