Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pengunjung Hiburan Malam Terkenal di Kota Pontianak Tewas Ditikam Tiga Pria Tak Dikenal

Salman Busrah • Rabu, 28 Februari 2024 | 08:57 WIB
ilustrasi jenazah
ilustrasi jenazah

Seorang pengunjung tempat hiburan malam (THM), berinisial Fa tewas usai ditikam dengan sebilah pisau oleh tiga orang tak dikenal. Kasus tewasnya pengunjung THM tersebut terjadi pada Minggu, 25 Februari 2024 sekitar pukul 03.20. 

Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Dumaria Silalahi membenarkan, kasus penusukan pengunjung Ibiza tersebut. Dia menjelaskan, saat itu korban bersama temannya masuk ke Ibiza lalu duduk di meja bar. Tidak lama kemudian datang tiga orang tidak dikenal tiba-tiba berdiri di samping korban. 

"Dari keterangan saksi-saksi, ciri-ciri tiga orang yang mendekati korban, postur badan tinggi, celana pendek, menggunakan topi," kata Dumaria, Senin (26/2).  Dumaria menerangkan, ketiga orang tersebut menatap korban seperti tidak senang. Dari tatapan itu korban bertanya kepada ketiga orang itu, mengapa berdiri di samping dan di belakangnya. 

"Mendengar pertanyaan itu, ketiga orang itu lalu menantang korban kelahi. Tetapi tidak digubris korban. Tidak lama kemudian ketika korban dan temannya mencoba mendekati para pelaku, korban langsung didorong dan ditusuk dengan senjata tajam," ungkap Dumaria. 

Dumaria menuturkan, korban saat itu langsung dilarikan ke rumah sakit Yarsi, Jalan Tanjung Raya 2, Kecamatan Pontianak Timur. Korban dinyatakan meninggal beberapa saat setelah tiba di rumah sakit. 

Dumaria mengatakan untuk kepentingan penyelidikan, jenazah korban dibawa ke rumah sakit Anton Soejarwo untuk dilakukan otopsi.  "Saat ini kasus ini sedang dalam penyelidikan. Untuk identitas pelaku sudah kami dapatkan," terang Dumaria. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Antonius Trias Kuncorojati mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap kasus penusukan yang berujung tewasnya salah satu pengunjung THM. "Kami sedang mengupayakan untuk mengungkap kasus ini," kata Anton. (adg)

Editor : Indra Zakaria