Dijelaskan, CPMI yang akan diberangkatkan ke Sabah, Malaysia baru saja tiba di Nunukan. CPMI tercatat berasal dari Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan menumpangi kapal laut rute Parepare-Nunukan. Berdasarkan keterangan para korban perjalanan menuju Malaysia untuk bekerja tanpa dilengkapi dokumen yang sah. Dan agar bisa masuk wilayah Malaysia tanpa dokumen resmi korban akan dibawa melewati jalur ilegal.
“CPMI hingga tiba di Nunukan kemudian nanti diberangkatkan ke Malaysia ini difasilitasi OL yang kini kita tetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang),” jelasnya.
Lanjutnya, hasil pemeriksaan mendalam terhadap CPMI terungkap para CPMI ini berhasil tiba di Desa Bambangan, Sebatik karena dikoordinir MU dan AS yang telah diamankan.
“Masing-masing dengan perannya. Pertama, AS bertugas menjemput penumpang diatas kapal. Kemudian, MA berperan sebagai pemilik speedboat membawa korban ke Sebatik,” jelasnya.
Upaya yang dilakukan kedua pelaku terbilang piawai. Bagaimana tidak, untuk mengelabuhi petugas yang ada di lapangan pelaku AS tidak lagi menjemput CPMI di atas kapal. Namun, tas dan barang bawaan CPMI diturunkan terlebih dahulu ke speedboat yang sudah menunggu dan sandar didekat kapal.
Setelah itu, AS dan MU akan bertemu di lokasi yang sudah disepakati untuk membawa korban ke Sebatik. “Jadi ketika CPMI turun dari kapal tidak membawa banyak barang. Tujuannya agar dicurigai petugas,” jelasnya.
Dua pelaku yang membantu OL untuk membawa CPMI sesuai petunjuk hingga masuk ke Sabah, Malaysia dijanjikan upah sebesar RM 1.000 atau Rp 3,2 juta usai CPMI tiba di Tawau, Malaysia.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku diamankan disangkakan Pasal 120 ayat 2 Undang-Undang Nomor 6/2011 tentang Keimigrasian dan atau Pasal 10 juncto Pasal 4 Undang-Undang Nomor 21/2017 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 81 juncto Pasal 69 Undang-Undang Nomor 18/2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia juncto Pasal 53 ayat 1 KUHPidana.
“Para calo ini sekarang terkoordinir sesuai perannya masing-masing. Pelaku utama yang merekrut yakni OL sudah ditetapkan DPO. Jika berhasil tiba di Tawau, Sabah CPMI akan dijemput mandor ditempat mereka akan bekerja,” jelasnya. (akz/lim)