Saat tubuh korban yang timbul tenggelam sembari berupaya meminta pertolongan, kpal miliknya berputar-putar tanpa arah. Kapal selanjutnya menabrak salah satu tugboat yang tengah sandar di salah satu dermaga. Kejadian ini, rupanya terlihat oleh As (26), seorang anak buah kapal (ABK) Tugboat MTS-22. Saat itu, As kebetulan sedang bertugas menjaga kapal.
“Saya lihat kapal kayu itu. Ternyata tanpa awak. Saya dekati untuk memastikan. Ternyata Rid yang minta tolong di air," kata As.
Melihat korban minta tolong, As kemudian mengambil lifevest (pelampung) dan melemparkannya ke arah korban dengan harapan bisa dijangkau. Sayang, lemparan itu kurang dekat sehingga korban kesulitan meraihnya.
Lantaran tak bisa menggapai pelampung, tubuh korban terus terbawa arus hingga akhirnya tenggelam ditelan Sungai Mahakam.
Koordinator Pos SAR Basarnas Samarinda, Riki Effendi menjelaskan, di pencarian hari kedua ini, tim berhasil menemukan korban sejauh 700 meter dari lokasi awal dikabarkan hilang. Sayang, saat ditemukan korban sudah tewas.
“Selama pencarian, memang ada beberapa kendala, seperti banyaknya kapal yang melintas, derasnya arus sungai dan cuaca yang berubah-ubah. Alhamdulillah hari ini korban sudah ditemukan,” terang Riqi.
Selanjutnya, jasad Ridwan dibawa pihak keluarga langsung ke rumah duka yang tidak jauh dari lokasi tenggelam. (kis/nha)