Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

“Amukan” Kapal Sendiri, Sudah Dilempar Pelampung, Gagal Diraih

Redaksi Sapos • Selasa, 4 Juni 2024 - 11:55 WIB
DIEVAKUASI. Proses evakuasi jasad korban usai ditemukan tim SAR Gabungan di Sungai Mahakam.
DIEVAKUASI. Proses evakuasi jasad korban usai ditemukan tim SAR Gabungan di Sungai Mahakam.

Prokal.co, Tim SAR Gabungan menemukan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki mengambang di Sungai Mahakam di wilayah Sungai Lais, Kecamatan Sambutan, sekira pukul 15.00 Wita, Minggu (2/6). Posisi mayat tepat di antara tugboat yang tengah sandar di salah satu dermaga.

Rupanya, mayat tersebut adalah Rid (35), warga Jalan Telkom, Sungai Lais, Kecamatan Sambutan. Korban dikabarkan hilang sejak Sabtu (1/6). Hilangnya Ridwan kemudian dilaporkan ke petugas untuk dilanjutkan pencarian.  

Sebelum hilang, korban awalnya menaiki perahu kayu sekira pukul 04.00 Wita. Korban berniat memperbaiki mesin kapal yang mogok.

Di tengah upayanya memperbaiki mesin, Ridwan tersentak saat mesin tiba-tiba menyala saat dihidupkan. Kapal oleng dan pijakan Ridwan goyah, hingga tubuhnya terhempas ke sungai.

Saat tubuh korban yang timbul tenggelam sembari berupaya meminta pertolongan, kpal miliknya berputar-putar tanpa arah. Kapal selanjutnya menabrak salah satu tugboat yang tengah sandar di salah satu dermaga. Kejadian ini, rupanya terlihat oleh As (26), seorang anak buah kapal (ABK) Tugboat MTS-22. Saat itu, As kebetulan sedang bertugas menjaga kapal.

“Saya lihat kapal kayu itu. Ternyata tanpa awak. Saya dekati untuk memastikan. Ternyata Rid yang minta tolong di air," kata As.

Melihat korban minta tolong, As kemudian mengambil lifevest (pelampung) dan melemparkannya ke arah korban dengan harapan bisa dijangkau. Sayang, lemparan itu kurang dekat sehingga korban kesulitan meraihnya. 

Lantaran tak bisa menggapai pelampung, tubuh korban terus terbawa arus hingga akhirnya tenggelam ditelan Sungai Mahakam.

Koordinator Pos SAR Basarnas Samarinda, Riki Effendi menjelaskan, di pencarian hari kedua ini, tim berhasil menemukan korban sejauh 700 meter dari lokasi awal dikabarkan hilang. Sayang, saat ditemukan korban sudah tewas.

“Selama pencarian, memang ada beberapa kendala, seperti banyaknya kapal yang melintas, derasnya arus sungai dan cuaca yang berubah-ubah. Alhamdulillah hari ini korban sudah ditemukan,” terang Riqi.

Selanjutnya, jasad Ridwan dibawa pihak keluarga langsung ke rumah duka yang tidak jauh dari lokasi tenggelam. (kis/nha)

Editor : Indra Zakaria