Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Banyak Peristiwa Kriminal Gara-Gara Terjerat Jud1 0nline, Mulai Tilap Uang Indomaret sampai Bawa Kabur Honor PPS

Redaksi • Senin, 5 Agustus 2024 | 14:40 WIB
ilustrasi judi online
ilustrasi judi online

Bagi orang tua, waspadai anak Anda yang lama melotot ke smartphonenya. Siapa tahu bukan bermain game bisa, tapi judi online.

 

*******

Yadi (bukan nama sebenarnya) sudah lama mengenal judi online. Pertama kali bisa main dari melihat teman. Tapi, warga Banjarmasin Timur ini awalnya hanya sekadar iseng mencobanya. "Sekitar empat tahun silam, saya tahu jud1 slot dari teman," katanya, baru-baru tadi.

Awalnya hanya bermodalkan uang Rp50 ribu. Pernah menang Rp200 ribu - Rp300 ribu. Lama kelamaan ketagihan. Bahkan berani pasang taruhan lebih gede sampai ratusan ribu. Hasil kemenangan dipasang lagi dengan harapan bisa meraih untung lebih besar.

Tapi bukannya untung, pemuda yang sehari-harinya berdagang gorengan ini harus kehilangan semua uang tabungan. Puluhan juta yang dikumpulkan selama ini ludes tak bersisa. Bahkan dua motornya terjual. "Uang modal jualan habis. Terpaksa ngutang buat modal jualan," ucapnya mengingat masa itu. 

Jud1 slot online yang sempat dilakoninya sangat sederhana. Bahkan tergolong dikemas begitu mudah dimainkan. Cukup menekan tombol spin di mesin yang terpampang di layar gawai. Mesin akan berputar mengacak berbagai macam bentuk gambar. Tidak akan diketahui secara pasti gambar apa yang akan muncul.

Jika mesin berhenti berputar terdapat delapan gambar yang sama dan membentuk pola tertentu, secara otomatis pemain akan menang. "Itu yang membuat semakin tergiur," tuturnya.

Yadi menyadari perbuatan jud1 itu tidak baik. Tapi, ia juga tidak mudah untuk menghilangkan kecanduannya. Yadi menyarankan bagi yang belum agar jangan pernah mencobanya. Mungkin awalnya menang, tapi lama-kelamaan pasti kalah.

"Dalam jud1, menang itu bonus, kalah itu pasti. Saya pernah menang paling banyak Rp21 juta, tapi semuanya ludes juga," bandingnya. Meskipun kalah berkali-kali, bukannya kapok. “Kalau kalah, buat penasaran. Pengin coba lagi dan lagi,” ujarnya.

judi online benar-benar membuat para pelaku gelap mata. Uang maupun barang punya sendiri atau orang lain bisa dijual buat modal jud1. “Sekarang, semua uang hasil dagangan, saya titipkan kepada orang tua. Supaya enggak terpakai buat jud1 lagi,” ungkapnya. Lain lagi dengan Faisal. Pria berusia sekitar 27 tahun itu dulu senang bermain jud1 slot. Tapi sekarang lebih memilih jud1 bola. “Jenisnya jud1 juga. Tapi, judi online bola,” ujarnya.

Bedanya, jud1 bola biasanya hanya terjadi pada musim pertandingan bola. Mulai dari Piala Eropa atau Piala Dunia. Cukup memasang taruhan yang sudah disajikan oleh bandar. Hampir mirip dengan jud1 bola offline. “Sekarang saya tidak terlalu sering lagi main judi online, paling kalau musim pertandingan bola. Kapok sudah banyak habis,” ucapnya.

Menurut Faisal, judi online khusus olahraga banyak jenisnya. Bukan hanya sepak bola, tapi juga ada basket, tenis, dan sebagainya. Bagi yang ingin bermain, tinggal memilih. “Kalau saya biasanya hanya bola,” sebut Faisal.

Banyak sebenarnya peristiwa kriminal di Kalsel gara-gara judi online ini. Indomaret di Jalan KS Tubun Banjarmasin Selatan pernah kehilangan uang karena digunakan karyawannya sendiri yang kecanduan judi online.

Setelah menghilang setengah tahun, Ahmad Al Amin (21) warga Jalan Rantauan Timur RT 6 Banjarmasin akhirnya dibekuk personel Polsek Banjarmasin Selatan di Jalan A Yani Km 6,300 Kertak Hanyar Kabupaten Banjar, Selasa (30/4) sore.

Kasus ini diawali dengan kejanggalan dari laporan keuangan yang disetorkan oleh pelaku. Setelah ditelusuri ternyata pelaku melakukan top up ke aplikasi Dana miliknya secara berulang-ulang.

Setelah ditotal, perusahaan menelan kerugian sebesar Rp15 juta. "Uang (top up, red) digunakan untuk berjudi online, dan semua habis," sebut Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Selatan Iptu Sudirno, Minggu (5/5). 

Peristiwa kriminal serupa juga dilakukan pemuda berusia 23 tahun berinisial SAH yang mengambil uang di minimarket di Tanjung Selatan, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong. Setelah diinterogasi polisi, pencurian di tempatnya bekerja itu sudah sering kali terjadi. Bahkan diperkirakan mencapai Rp60 juta. Ketika diminta menunjukkan keberadaan uang hasil curian, SAH mengaku habis terpakai untuk judi online.

Seorang aparat Desa Kupang Nunding, Kecamatan Muara Uya, Tabalong berinisial AJ lebih ekstrem. Nekat menganiaya diri sendiri dengan menyayat perutnya usai mengambil uang sebesar Rp14 juta di ATM di Desa Wirang, Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong. Dalihnya mengalami kerampokan. 

Namun, dari hasil rekaman CCTV di ATM, dan bekas luka sayatan di perut AJ yang tidak dalam, menguatkan kasus perampokan tidak terjadi. Setelah didalami polisi, AJ akhirnya mengaku jika semua itu hanya sebagai alasan agar tidak membayar uang kakaknya yang terpakai judi online.

Peristiwa terkait judi online yang juga menggemparkan terjadi di Balangan. Penggelapan honor KPPS yang dilakukan bendahara sekretariat PPS Kelurahan Batu Piring, Kecamatan Paringin Selatan berinisial MH alias D (23). Penangkapan D bermula saat 126 petugas KPPS dari 18 TPS se-Batu Piring mengeluhkan honor mereka yang tak kunjung cair. Honor tersebut dibawa kabur MH warga Desa Telaga Purun, Kecamatan Paringin Selatan. Ia menilap duit itu untuk main judi online.

Dari Rp115 juta yang dikantongi, hanya tersisa sekitar Rp17 juta. MH kemudian lari ke kabupaten tetangga menghindari kejaran pihak KPPS dan KPU Balangan. Namun, pelariannya berakhir setelah personel Polres Balangan menjemputnya di salah satu hotel di Kota Tanjung.

Di Hulu Sungai Tengah (HST), dari periode 1 Januari sampai 25 Juli 2024, banyak istri menggugat cerai suami. Pengadilan Agama (PA) Barabai mencatat kasus tersebut mencapai 241 perkara. Kepala Pengadilan Agama Barabai, Ahmad Saprudin menjelaskan mayoritas perceraian karena terus-menerus terjadi pertengkaran.

"Ditambah kurangnya kecukupan ekonomi karena suami malas kerja dan bermain judi online," ujarnya, Rabu (31/7).

 

Demi mengantisipasi anggota polisi bermain judi online, Propam Polres Tabalong melakukan sidak terhadap ponsel anggota Polres Tabalong, Kamis (20/6). Mereka satu per satu memeriksa ponsel personel untuk memastikan tidak ada aplikasi atau aktivitas yang berhubungan dengan judi online. “Kami ingin memastikan seluruh personel bersih dari segala bentuk pelanggaran, termasuk judi online," sebut Kasi Humas Polres Tabalong Iptu, Joko Sutrisno. (*)

Editor : Indra Zakaria
#judi online #banjarmasin