PROKAL.CO- Ketenangan warga di Jalan Bujangga, Kelurahan Bedungun, Tanjung Redeb, mendadak berubah menjadi mencekam pada Selasa malam. Suasana istirahat yang seharusnya damai bagi keluarga Ramli berubah menjadi tragedi ketika seorang penyusup nekat masuk ke dalam kediaman mereka. Aksi pembobolan ini bukan sekadar pencurian biasa, melainkan berakhir pada tindakan penganiayaan berat yang membuat korban harus dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi bersimbah darah.
Kejadian bermula sekitar pukul 20.00 WITA, saat kondisi rumah mulai meredup karena penghuninya bersiap untuk tidur. Tanpa disadari, pelaku diduga telah memantau situasi dan menyelinap masuk melalui jendela samping kamar yang terbuka. Bukannya langsung menggasak barang berharga, pelaku justru memilih bersembunyi di balik pintu kamar, menunggu saat yang tepat untuk bergerak atau mencari jalan keluar.
Nahas, keberadaan sang penyusup diketahui oleh Ramli. Merasa terdesak dan terpojok karena aksinya terbongkar, pelaku yang sudah membekali diri dengan senjata tajam langsung menyerang secara membabi buta. Dalam ruang yang sempit, korban dihujani tusukan yang mengenai bagian dada, lengan kiri, hingga pinggang. Di tengah rasa sakit yang hebat, dedikasi Ramli terhadap keluarganya sangat mengharukan; ia sempat berteriak keras melarang istri dan anaknya masuk ke area tersebut agar tidak ikut menjadi sasaran amukan pelaku.
Mendengar jeritan sang suami yang mengaku telah ditikam, istri korban justru memberanikan diri untuk melawan. Terjadi pergelutan singkat antara istri korban dan pelaku, hingga akhirnya sang maling memilih tunggang langgang melarikan diri melalui pintu depan menuju kegelapan gang sempit di arah Jalan Prapatan. Warga yang mendengar keributan segera berdatangan memberikan pertolongan, namun terduga pelaku yang diduga memarkir kendaraannya tak jauh dari lokasi sudah berhasil menghilang dari pandangan.
Pihak kepolisian dari Polres Berau yang tiba di lokasi segera melakukan penyisiran dan olah tempat kejadian perkara. Sebuah barang bukti krusial berupa sarung badik ditemukan di jalur pelarian pelaku, yang kini menjadi petunjuk penting bagi pihak kepolisian. Meski motif utama pelaku masih dalam penyelidikan—apakah murni pencurian atau ada dendam tertentu—kini fokus utama aparat adalah memburu pelaku yang identitasnya tengah dikumpulkan melalui keterangan saksi-saksi di lapangan. Sementara itu, korban kini masih berjuang pulih di bawah perawatan medis intensif akibat luka serius yang dideritanya. (*)
Editor : Indra Zakaria