SAMARINDA – Tabir gelap menyelimuti insiden berdarah di sebuah galangan kapal di Jalan Rambutan, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tewasnya seorang pria tanpa identitas yang diduga kuat merupakan pelaku pencurian. Fokus utama penyidik kini tertuju pada gelar perkara untuk menentukan status hukum seorang penjaga malam (wakar) yang terlibat duel maut dengan korban pada Minggu dini hari lalu.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Agus Setyawan, menjelaskan bahwa proses penyelidikan intensif masih berjalan di bawah penanganan Polsek Palaran dengan asistensi Polresta Samarinda. "Kasusnya masih ditangani Polsek Palaran. Dari kemarin sampai hari ini masih dilakukan gelar perkara untuk menentukan status penjaga malam yang sudah diperiksa," ujar Agus pada Senin (11/5/2026). Penentuan status ini menjadi krusial untuk melihat apakah aksi sang wakar masuk dalam unsur pembelaan diri atau terdapat unsur pidana lain.
Berdasarkan kronologi sementara yang dihimpun polisi, korban tidak beraksi sendirian. Pria nahas tersebut diduga datang bersama dua rekannya menggunakan perahu untuk menyatroni area galangan kapal. Namun, saat aksi mereka terendus, situasi berubah menjadi mencekam. "Informasi sementara, ada tiga orang datang menggunakan perahu. Dua berhasil melarikan diri, sedangkan satu orang tertinggal di lokasi," jelas Agus menggambarkan detik-detik sebelum terjadinya bentrokan.
Duel fisik tak terhindarkan ketika sang penjaga malam memergoki keberadaan korban. Keduanya diketahui sama-sama mempersenjatai diri dengan senjata tajam jenis parang. Dalam pertarungan jarak dekat tersebut, korban mengalami luka sabetan yang sangat parah hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian. "Terjadi duel menggunakan parang antara penjaga malam dan terduga pelaku. Korban mengalami luka sabetan yang menyebabkan meninggal dunia," tambah Agus.
Polisi kini juga tengah menaruh perhatian serius pada temuan janggal saat proses evakuasi, yakni kondisi tangan korban yang ditemukan dalam keadaan terikat. Hal ini menjadi salah satu materi pendalaman tim penyidik guna merangkai peristiwa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Di saat yang bersamaan, tim di lapangan masih terus memburu dua rekan korban yang berhasil meloloskan diri menggunakan perahu. "Itu masih dalam pendalaman oleh Polsek Palaran. Untuk dua rekan korban yang kabur juga masih kami lakukan pencarian," pungkasnya. (*)
Editor : Indra Zakaria