Sunmori di Jalur Samarinda-Tenggarong Makan Korban, Polres Kukar Minta Orang Tua Tak Lepas Pengawasan Anak
Elmo Satria Nugraha• Sabtu, 18 April 2026 - 20:24 WIB
Kasat Lantas Polres Kukar, AKP Ahmad Fandoli (Elmo/Prokal.co)
PROKAL.CO, TENGGARONG - Akhir pekan yang seharusnya tenang justru berubah mencekam di jalur dua Samarinda–Tenggarong. Deru motor dan kecepatan tinggi kerap jadi ancaman, melibatkan remaja yang keluar rumah tanpa pengawasan. Yang generasi muda sebut sebagai Sunday Morning Ride (sunmori) justru menjadi ajang kebut-kebutan di jalur penghubung dua daerah tersebut.
Fenomena yang terjadi di jalur dua Samarinda–Tenggarong ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Selain membahayakan pelaku, aksi ini juga mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kukar, AKP Ahmad Fandoli, mengingatkan generasi muda untuk tidak menjadikan jalan umum sebagai arena uji kecepatan.
“Kepada generasi muda yang sering kebut-kebutan di jalur dua Tenggarong–Samarinda, kami ingatkan bahwa sudah banyak kejadian kecelakaan akibat kecepatan berlebih di sana,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (18/4/2026).
Keccepatan berlebih menjadi faktor utama kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut. Karena itu, pengendara diminta lebih bijak dan mengutamakan keselamatan.
“Saya minta tolong, jangan berkendara melebihi batas kecepatan. Berkendaralah dengan kecepatan sewajarnya yang masih bisa dikendalikan, sehingga tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” katanya.
Namun, menurut Fandoli, penanganan persoalan ini tidak cukup hanya mengandalkan aparat. Peran orang tua dinilai krusial dalam mencegah anak terlibat dalam aktivitas berisiko tersebut.
“Peran orang tua juga sangat diperlukan. Jika anak keluar rumah dengan alasan yang tidak jelas, kami minta untuk dicegah, karena sering kali tujuan yang disampaikan tidak sesuai dengan kenyataan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pihaknya kerap menemukan remaja yang berkendara hingga larut malam, bahkan berasal dari luar daerah.
“Kami juga menemukan anak-anak dari Samarinda yang berkendara di jalur dua Tenggarong pada tengah malam. Ini ada indikasi mengarah ke balap liar, sehingga pengawasan orang tua menjadi sangat penting,” ungkapnya.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa pengawasan di tingkat keluarga menjadi garis pertahanan pertama. Tanpa kontrol yang kuat, potensi pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya akan terus berulang.
Polisi pun mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih peduli terhadap aktivitas anak, terutama saat malam hari, demi mencegah risiko kecelakaan yang bisa berujung fatal. (moe)