PROKAL.CO, TENGGARONG - Di tengah kesiapan atlet yang sudah matang, satu persoalan justru membayangi langkah mereka menuju arena: anggaran yang belum sepenuhnya tersedia. Kondisi ini mendorong Dispora Kutai Kartanegara mencari jalan keluar di luar pola pembiayaan konvensional.
Keterbatasan anggaran ini menjadi tantangan bagi Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar), sehingga memicu dorongan strategi pembiayaan alternatif. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Kukar, kekurangan sekitar 30 persen anggaran justru diarahkan menjadi momentum mencari skema pendanaan yang lebih fleksibel.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengungkapkan bahwa secara teknis kesiapan atlet tidak menjadi kendala. Persoalan utama justru berada pada aspek pembiayaan yang belum terpenuhi. “Persiapan atlet secara fisik sudah siap. Tinggal yang menjadi persoalan kita adalah kekurangan anggaran,” ujarnya.
Dari total kebutuhan anggaran yang diajukan, baru sekitar 70 persen yang dapat dipenuhi. Sisa 30 persen masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama pemerintah daerah dan DPRD. Keterbatasan ini berdampak langsung pada sejumlah agenda olahraga penting tahun 2026. Di antaranya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kabupaten Paser, Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov), hingga ajang nasional seperti Peparnas dan Personas.
Hingga saat ini pembiayaan untuk tiga agenda tersebut belum tersedia dalam pos anggaran yang ada. Sebagai solusi, Dispora mulai membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta. Dukungan dari perusahaan melalui skema corporate social responsibility (CSR) dinilai menjadi opsi realistis yang bisa dimanfaatkan. “Nanti solusinya mungkin melibatkan pihak swasta atau perusahaan yang bisa mendukung keikutsertaan atlet,” katanya.
Selain itu, koordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) juga terus dilakukan untuk mencari ruang fiskal tambahan. Evaluasi menyeluruh dalam perencanaan anggaran juga menjadi pertimbangan besar, dengan tujuan agar sektor kepemudaan dan olahraga tidak terus berada dalam posisi rentan terhadap pemangkasan. Meski dihadapkan pada keterbatasan, Ali memastikan partisipasi Kukar dalam Porprov tetap menjadi prioritas.
“Prinsipnya Kutai Kartanegara tetap ikut kegiatan Porprov. Hanya saja kita masih menunggu petunjuk teknis,” tutup Ali. (moe)
Editor : Indra Zakaria