PROKAL.CO, TENGGARONG - Lima hari mengikuti retreat nasional di Magelang menjadi titik refleksi bagi para pucuk pimpinan tertinggi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi, Kabupaten dan Kota. Bagi Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Ahmad Yani, momentum itu menegaskan satu hal: arah pembangunan daerah harus sejalan dengan visi besar nasional yang digariskan Presiden Prabowo Subianto.
Ahmad Yani menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan program nasional usai mengikuti retreat Ketua DPRD se-Indonesia di Magelang, 15 hingga 19 April lalu. Yang menitikberatkan penguatan kepemimpinan yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus meneguhkan peran legislatif dalam mendukung agenda strategis nasional.
“Alhamdulillah, kami telah mengikuti kegiatan retreat bersama seluruh Ketua DPRD. Kegiatan ini menekankan kepemimpinan yang bersinergi antara pemerintah pusat dan daerah, bagaimana menjaga integritas, serta bagaimana pemimpin bisa lebih merakyat dan responsif terhadap persoalan masyarakat,” ujar politikus PDI Perjuangan tersebut, Jumat (24/4/2026).
Retreat ini menekankan pentingnya transformasi dalam tata kelola pemerintahan, bukan sekadar perubahan administratif. Sinkronisasi kebijakan menjadi kunci agar program pusat dan daerah berjalan selaras.
Bukan sekadar perubahan biasa, tetapi transformasi. Sehingga, hal-hal yang selama ini belum berjalan optimal antara pemerintah pusat dan daerah perlu diperbaiki agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Arah kebijakan tersebut sejalan dengan visi Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Fokus utamanya adalah memastikan setiap kebijakan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
“Tujuannya adalah bagaimana kebijakan yang diambil benar-benar berdampak pada kesejahteraan rakyat, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” jelasnya. Lebih lanjut, Yani menekankan bahwa ketahanan nasional tidak hanya berbicara pada level pusat, tetapi juga harus diwujudkan hingga ke daerah. Yang pada dasarnya adalah tercapainya tujuan berbangsa dan bernegara, termasuk di daerah seperti Kutai Kartanegara.
Di tingkat daerah, implementasi tersebut diwujudkan melalui peningkatan kualitas layanan dasar dan pemerataan pembangunan. Baik itu peningkatan di sektor kesehatan, pendidikan, pengentasan kemiskinan, serta pemerataan pembangunan, termasuk infrastruktur. Adapun arahan untuk mendukung program prioritas pemerintah pusat, mulai dari penguatan koperasi hingga pengembangan ekonomi berkelanjutan. Seperti program koperasi desa merah putih, sekolah rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan ekonomi berbasis lingkungan seperti ekonomi hijau dan ekonomi biru.
Dukungan ini harus diwujudkan secara konkret melalui kebijakan dan penganggaran yang selaras antara legislatif dan eksekutif di daerah.
Peluang kolaborasi pembiayaan juga terbuka lebar. Baik melalui APBD maupun dukungan dari pemerintah pusat sebagai bagian dari pembangunan nasional. Karena, pada dasarnya pembangunan daerah juga merupakan bagian dari pembangunan nasional.
Yani menegaskan, semangat yang dibawa dari retreat tersebut adalah memperkuat kebersamaan lintas sektor dan meninggalkan sekat-sekat politik. “Yang terpenting adalah semangat kebersamaan, tidak lagi melihat latar belakang politik, tetapi fokus pada bagaimana bersinergi membangun Indonesia secara menyeluruh,” tandasnya. (moe)
Editor : Indra Zakaria