Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Hadapi El Nino Godzilla, Perumda Tirta Mahakam Siapkan Sumber Air Cadangan

Redaksi Prokal • Minggu, 3 Mei 2026 | 20:18 WIB
Dirut Perumda Tirta Mahakam, Suparno (Elmo/Prokal.co)
Dirut Perumda Tirta Mahakam, Suparno (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG - Ancaman kekeringan mulai dibaca lebih dini. Di tengah prediksi El Nino “Godzilla” yang berpotensi memperpanjang musim kemarau, Perumda Tirta Mahakam bergerak menyiapkan berbagai langkah agar kran air warga tetap mengalir.

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mahakam Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berdampak hingga Oktober 2026.

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mahakam Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berdampak hingga Oktober 2026.

Direktur Operasional Perumda Tirta Mahakam, Suparno, menyebut secara umum ketersediaan air baku masih dalam kondisi aman. Namun, ancaman tetap ada terutama pada sumber-sumber air kecil.

“Memasuki kemarau ini kami menilai sumber air utama masih aman. Namun yang perlu diwaspadai adalah anak-anak sungai yang debitnya bisa menurun,” jelas Suparno.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, sejumlah sumber air alternatif telah disiapkan. Sumber cadangan ini telah melalui uji kualitas dan siap digunakan saat pasokan dari sumber utama mengalami penurunan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga kontinuitas layanan air bersih di tengah potensi tekanan musim kemarau.

Selain itu, sistem distribusi juga diperkuat melalui integrasi tiga instalasi pengolahan air di Bukit Biru, Sukarame, dan Bekotok. Skema ini memungkinkan suplai air dialihkan antarwilayah jika terjadi gangguan di salah satu titik.

Di sisi lain, tantangan kualitas air baku turut menjadi perhatian. Air dari Sungai Tenggarong yang cenderung keruh membuat proses pengolahan menjadi lebih kompleks. Sebagai respons, Perumda Tirta Mahakam mulai menguji penggunaan teknologi membran untuk meningkatkan kualitas air hasil olahan, terutama saat kondisi air baku berada pada tingkat ekstrem.

“Hasil uji coba awal menunjukkan teknologi tersebut cukup efektif dalam memperbaiki kualitas air hasil olahan,” sebutnya.

Upaya lain yang dilakukan adalah peningkatan kapasitas produksi. Saat ini, masih terdapat wilayah yang belum menikmati layanan air bersih selama 24 jam. Untuk mempercepat pemenuhan layanan, Perumda Tirta Mahakam menggandeng pihak ketiga melalui skema kerja sama produksi air bersih. 

“Kami akan mempercepat penambahan kapasitas, termasuk dengan melibatkan pihak ketiga. Sehingga keperluan air bersih bagi masyarakat Kukar dapat terpenuhi,” pintanya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Perumda Tirta Mahakam berharap distribusi air tetap stabil sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi dampak kekeringan akibat El Nino yang diprediksi berlangsung lebih panjang. (moe)

Editor : Indra Zakaria
#pdam