Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tak Ingin Jual Mentah, Kukar Genjot Hilirisasi Kratom dan Teratai untuk Dongkrak Nilai Ekspor

Elmo Satria Nugraha • Selasa, 5 Mei 2026 | 21:42 WIB
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri (Elmo/Prokal.co)
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Dari ladang hingga pasar ekspor, komoditas lokal Kutai Kartanegara selama ini hanya dilepas dalam bentuk mentah. Padahal, di baliknya tersimpan potensi nilai tambah yang jauh lebih besar jika diolah lebih lanjut.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pun mulai serius mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah. Langkah ini diambil untuk meningkatkan nilai ekonomi produk lokal yang selama ini sudah menembus pasar internasional, namun belum memberikan keuntungan maksimal.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyebut komoditas kratom menjadi salah satu contoh. Produk tersebut sudah dipasarkan hingga ke India, tetapi dinilai masih memiliki potensi nilai tambah yang besar jika diolah lebih lanjut.

“Kratom ini sebenarnya punya nilai yang jauh lebih tinggi ketika sudah diolah menjadi ekstrak, bukan lagi dalam bentuk bahan mentah,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Selain kratom, Pemkab Kukar juga mengidentifikasi komoditas lain seperti tanaman teratai yang memiliki nilai ekonomis tinggi di pasar internasional, terutama jika diproses menjadi produk turunan.

“Tidak hanya kratom, ada juga tanaman khas seperti teratai yang punya nilai tinggi ketika sudah dalam bentuk ekstrak,” katanya.

Untuk mempercepat pengembangan, pemerintah daerah menggandeng kalangan akademisi, khususnya dari Fakultas Farmasi dan Kehutanan Universitas Mulawarman. Kolaborasi ini dilakukan agar proses pengolahan komoditas berjalan berbasis kajian ilmiah dan berkelanjutan.

“Jadi bukan hanya melibatkan badan usaha, tetapi juga akademisi agar pengembangannya bisa berjalan dengan baik dan terarah,” jelas Aulia.

Langkah hilirisasi ini menjadi bagian dari strategi Kukar dalam memperkuat peran daerah dalam pengelolaan sumber daya alam, sekaligus mendorong transformasi ekonomi berbasis nilai tambah.

Aulia menyebut, tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi potensi komoditas unggulan daerah.

“Harapan kita bahan baku yang ada di Kukar ini bisa kita olah dan memberikan nilai ekonomis yang lebih tinggi dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sebagai langkah awal, Pemkab Kukar menargetkan penyelesaian studi kelayakan (feasibility study) pada 2026. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan arah pengembangan industri hilirisasi.

“Tahun ini kita targetkan feasibility study selesai. Sehingga tahun depan kita sudah bisa masuk ke tahap pengadaan mesin,” pungkasnya.

Dengan pengolahan yang lebih optimal, komoditas lokal Kukar diharapkan tak lagi hanya menjadi bahan mentah ekspor, tetapi mampu memberikan nilai tambah signifikan bagi ekonomi daerah. (moe)

Editor : Indra Zakaria
#kratom