Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Skema Diubah, Dana Rp150 Juta per RT di Kukar Kini Lewat Kecamatan untuk Cegah Pungli

Elmo Satria Nugraha • Rabu, 6 Mei 2026 | 17:24 WIB
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar Arianto (Elmo/Prokal.co)
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar Arianto (Elmo/Prokal.c

PROKAL.CO, TENGGARONG – Bantuan fiskal Rp50 juta per RT yang semestinya menyentuh kebutuhan warga justru sempat diwarnai catatan soal perencanaan hingga dugaan pungutan liar. Kini, melalui program dedikasi RT-KU Terbaik dengan dana yang meningkat tiga kali lipat, Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) mengubah skema penyalurannya agar lebih terkontrol dan tepat sasaran.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi mengalihkan mekanisme penyaluran program Rp150 Juta Per RT dari sebelumnya melalui desa dan kelurahan menjadi lewat kecamatan. Langkah ini diambil untuk memperkuat pengawasan sekaligus mencegah potensi penyimpangan.

Perubahan ini dilakukan setelah evaluasi menemukan sejumlah kelemahan dalam skema lama, mulai dari perencanaan yang minim pelibatan warga hingga indikasi pengadaan tidak transparan dan dugaan pungutan liar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengatakan perbaikan sistem menjadi langkah penting agar program berjalan lebih tepat sasaran.

“Beberapa temuan di lapangan menunjukkan adanya kekurangan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan, sehingga perlu dilakukan perbaikan sistem,” ujarnya, Selasa (5/5/2026) kemarin.

Arianto menjelaskan, salah satu persoalan utama adalah perencanaan yang belum sepenuhnya melibatkan masyarakat. Dampaknya, penggunaan anggaran berpotensi tidak sesuai kebutuhan prioritas di tingkat RT.

Selain itu, pemerintah juga menemukan indikasi praktik yang tidak sesuai ketentuan, seperti pengadaan barang yang kurang transparan hingga dugaan pungutan liar oleh oknum tertentu.

“Kondisi ini tentu mengurangi efektivitas program dan harus segera diperbaiki,” jelasnya.

Melalui skema baru, penyaluran bantuan akan difokuskan melalui kecamatan agar koordinasi lebih ringkas dan pengendalian program lebih terpusat.

DPMD Kukar juga menyiapkan tenaga pendamping yang akan terlibat langsung hingga ke tingkat RT. Pendamping bertugas membantu mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban.

Arianto menegaskan, peran pendamping penting untuk memastikan penggunaan anggaran sesuai aturan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat.

Pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja pendamping maupun pelaksanaan program di lapangan, guna menekan potensi penyimpangan sejak dini.


“Digunakan untuk apa, dibelanjakan bagaimana, itu harus diketahui masyarakat dan dipertanggungjawabkan,” tutup Arianto.

Seperti diberitakan sebelumnya program RT-KU Terbaik ini merupakan program dedikasi Bupati dan Wakil Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri bersama Rendi Solihin. Dengan bantuan fiskal senilai Rp150 juta per RT, program ini ditargetkan bergulir mulai bulan Mei ini.

Dengan dana yang meningkat tiga kali lipat dari periode kepemimpinan Edi Damansyah dan Rendi Solihin. Program ini diharapkan dapat membantu dana operasional ribuan RT di Kukar yang tersebar di 20 kecamatan. Sehingga dapat memberdayakan masyarakat dari tingkat RT, dengan berbagai program yang telah disiapkan. (moe)

Editor : Indra Zakaria
#kutai kartanegara