Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Critical Mass Perdana Mengaspal di Tenggarong, Pesepeda Gaungkan Hak Berbagi Ruang di Jalan

Elmo Satria Nugraha • Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:35 WIB
Perhelatan Critical Mass perdana di Tenggarong yang diinisiasi Candra Octa (Ist/Candra Octa)
Perhelatan Critical Mass perdana di Tenggarong yang diinisiasi Candra Octa (Ist/Candra Octa)
 
PROKAL.CO, TENGGARONG – Puluhan pesepeda dari berbagai komunitas memadati kawasan depan Kedaton Kutai Kartanegara, Jumat (29/5/2026) malam. Mereka bukan sekadar berkumpul untuk berolahraga, melainkan menggaungkan sebuah pesan yang telah bergema di berbagai kota dunia selama puluhan tahun: jalan raya adalah ruang bersama yang harus aman bagi semua pengguna, termasuk pesepeda.
 
Melalui gelaran perdana Critical Mass Tenggarong, para peserta melakukan gowes santai melintasi sejumlah ruas jalan utama kota. Kegiatan itu menjadi penanda lahirnya sebuah gerakan yang ingin mendorong tumbuhnya budaya bersepeda sekaligus meningkatkan kesadaran akan keselamatan berlalu lintas di Kutai Kartanegara.
 
Peserta datang dari berbagai latar belakang komunitas. Mulai dari penggemar sepeda federal, fixie, road bike, MTB, BMX hingga pesepeda harian yang menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi sehari-hari.
 
Keberagaman tersebut menjadi pemandangan menarik. Di atas jalan yang sama, berbagai jenis sepeda dan komunitas menyatu dalam satu irama kayuhan tanpa sekat.
 
Koordinator kegiatan, Candra Octa menjelaskan bahwa Critical Mass bukan sekadar agenda gowes bersama. Gerakan ini lahir sebagai ruang kampanye sosial untuk membangun kesadaran bahwa pesepeda merupakan bagian sah dari lalu lintas yang berhak mendapatkan ruang dan perlindungan.
 
“Critical Mass bukan tentang menutup jalan atau mengganggu lalu lintas. Ini adalah gerakan untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap budaya bersepeda, keselamatan di jalan, serta pentingnya saling menghormati antar pengguna jalan,” ujar Candra, Sabtu (30/5/2026).
 
Secara global, Critical Mass dikenal sebagai gerakan bersepeda yang pertama kali muncul di Kota San Francisco, Amerika Serikat, pada awal 1990-an. Gerakan tersebut kemudian berkembang ke ratusan kota di berbagai negara sebagai simbol kampanye transportasi berkelanjutan, keselamatan pesepeda, dan penggunaan ruang publik yang lebih inklusif.
 
Di sejumlah kota besar dunia, Critical Mass menjadi momentum bulanan yang mempertemukan berbagai komunitas sepeda untuk mengampanyekan jalan yang lebih aman dan ramah bagi pengguna transportasi nonmotor.
 
Semangat yang sama mulai dibawa ke Tenggarong. Sepanjang perjalanan, peserta tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga formasi, dan mengutamakan keselamatan bersama.
 
Selain menyuarakan pentingnya budaya bersepeda, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi antar komunitas yang selama ini bergerak secara terpisah. Melalui Critical Mass, para pesepeda dapat saling bertukar pengalaman, memperluas jaringan, serta membangun kolaborasi untuk mengembangkan ekosistem bersepeda di Kukar.
 
Antusiasme peserta pada gelaran perdana tersebut menjadi sinyal bahwa budaya bersepeda di Tenggarong terus berkembang. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan transportasi ramah lingkungan, sepeda mulai kembali mendapat tempat sebagai pilihan mobilitas perkotaan.
 
Banyak peserta berharap Critical Mass dapat digelar secara rutin sebagai agenda bulanan yang terbuka bagi seluruh masyarakat.
 
Mengusung slogan “Ride Together, Be Louder”, gerakan ini tidak hanya mengajak masyarakat untuk lebih sering bersepeda, tetapi juga mengingatkan bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Semakin banyak pesepeda yang hadir di ruang publik, semakin besar pula kesadaran bahwa mereka adalah bagian dari lalu lintas yang layak dihormati dan dilindungi.
 
"Ini yang pertama, dan kami akan terus melaksanakannya tiap bulan. Tepatnya tiap Kamis malam akhir bulan. Semoga lebih banyak lagi teman-teman Tenggarong dan sekitar dapat bergabung," pinta Candra.
 
Bagi para peserta, kayuhan malam itu mungkin hanya menempuh beberapa kilometer. Namun bagi komunitas sepeda di Tenggarong, gelaran perdana Critical Mass menjadi langkah awal untuk membangun kota yang lebih sehat, lebih ramah lingkungan, dan lebih bersahabat bagi seluruh pengguna jalan. (moe)
Editor : Indra Zakaria
#kutai kartanegara