Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kadin dan APBMI Bidik Peluang Besar di Sektor Bongkar Muat Kukar

Elmo Satria Nugraha • Jumat, 5 Juni 2026 | 19:23 WIB
Pertemuan Kadin Kukar bersama APBMI Kuala Samboja menjajaki peluang besar sektot bongkar muat (Istimewa)
Pertemuan Kadin Kukar bersama APBMI Kuala Samboja menjajaki peluang besar sektot bongkar muat (Istimewa)
 
PROKAL.CO, TENGGARONG – Potensi ekonomi dari sektor jasa pelabuhan, bongkar muat, dan logistik di Kutai Kartanegara (Kukar) dinilai masih jauh dari optimal. Padahal, wilayah pesisir Kukar menjadi salah satu jalur strategis aktivitas perdagangan dan distribusi barang di Kalimantan Timur.
 
Kondisi itu mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kukar bersama Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kuala Samboja menjajaki kolaborasi untuk memperkuat peran pengusaha lokal agar tidak hanya menjadi penonton di tengah geliat ekonomi daerah.
 
Isu tersebut mengemuka dalam audiensi APBMI Kuala Samboja dengan Kadin Kukar di Tenggarong, Rabu (4/6/2026). Pertemuan itu membahas peluang pengembangan sektor jasa pelabuhan dan logistik yang dinilai memiliki prospek besar bagi perekonomian daerah.
 
Plt Ketua Kadin Kukar, Dedi Sudarya, mengungkapkan banyak masukan strategis yang diterima dari APBMI terkait potensi sektor pelabuhan yang selama ini belum tergarap secara maksimal.
 
“Kami menerima banyak masukan dan informasi berharga. Mudah-mudahan nanti ada banyak hal yang bisa kita kolaborasikan,” ujarnya.
 
Hasil pertemuan tersebut, kata Dedi, akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kukar sebagai bahan pembahasan lanjutan. Kadin berharap dapat duduk bersama pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk merumuskan langkah penguatan sektor logistik dan jasa pelabuhan.
 
Kawasan pesisir Kukar menyimpan peluang ekonomi yang besar. Namun Dedi menyebut potensi itu membutuhkan sinergi berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan pelaku usaha daerah.
 
“Sebenarnya banyak sekali potensi yang belum teroptimalkan di Kutai Kartanegara, khususnya di sektor jasa pelabuhan, terutama di daerah pesisir. Itu merupakan peluang besar bagi Kukar kalau bisa kita kolaborasikan dan garap bersama,” katanya.
 
Dedi menegaskan salah satu fokus Kadin adalah memperkuat kapasitas pengusaha lokal agar mampu terlibat dalam sektor-sektor ekonomi strategis yang berkembang di Kukar.
 
Dengan posisi Kukar sebagai salah satu daerah penghasil sumber daya alam terbesar di Kalimantan Timur, peluang usaha di bidang logistik dan jasa kepelabuhanan dinilai sangat terbuka. Karena itu, pelaku usaha lokal perlu didorong agar memiliki daya saing dan akses yang lebih luas.
 
“Yang terpenting adalah bagaimana menguatkan pengusaha lokal agar bisa berperan aktif dalam sektor-sektor besar yang ada di Kutai Kartanegara. Kami bertugas untuk itu,” tegasnya.
 
Sementara itu, Ketua DPC APBMI Kuala Samboja, Loies Subowo Saminanto, menjelaskan audiensi tersebut juga menjadi bagian dari proses organisasi untuk bergabung sebagai anggota Kadin Kukar sesuai ketentuan yang berlaku.
 
Langkah tersebut diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan usaha dan investasi di sektor logistik.
 
“Sebagaimana dipersyaratkan dalam AD/ART kami di APBMI, kami harus bermohon untuk menjadi anggota Kadin. Hari ini sudah kami tunaikan. Insya Allah, kolaborasi antara APBMI dan Kadin akan membuka peluang usaha serta peluang ekonomi yang ada di Kutai Kartanegara,” jelasnya.
 
Loies menilai Kukar memiliki posisi yang sangat strategis karena wilayah perairannya menjadi salah satu pintu masuk utama aktivitas ekonomi di Kalimantan Timur. Potensi itu perlu diimbangi dengan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai bisnis jasa pelabuhan dan bongkar muat.
 
“Kutai Kartanegara memiliki wilayah perairan yang sangat luas. Pintu gerbang Kalimantan Timur itu salah satunya berada di perairan Kutai Kartanegara,” katanya.
 
Karena itu, sektor logistik dan jasa kepelabuhanan dinilai tidak hanya berpotensi mendongkrak investasi, tetapi juga mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat pesisir.
 
“Jasa logistik ini sangat vital dan harus kita perjuangkan agar perekonomian ini berdampak kepada Kutai Kartanegara,” ujarnya.
 
Kadin dan APBMI sepakat menjadikan sektor pelabuhan, bongkar muat, dan logistik sebagai salah satu agenda strategis yang perlu dibahas lebih lanjut bersama pemerintah daerah.
 
Harapannya, potensi besar yang selama ini belum tergarap maksimal dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat posisi pengusaha lokal di daerahnya sendiri. (moe)
Editor : Indra Zakaria
#kutai kartanegara