Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Training Nasional LK II dan Senior Course Jadi Ruang Penguatan Kader HMI

Elmo Satria Nugraha • Jumat, 5 Juni 2026 | 21:35 WIB
Ketua Panitia Training Nasional LK II dan Senior Course HMI Cabang Kukar, Muhammad Ibnu Ridho (Istimewa)
Ketua Panitia Training Nasional LK II dan Senior Course HMI Cabang Kukar, Muhammad Ibnu Ridho (Istimewa
 

PROKAL.CO, TENGGARONG – Di tengah perubahan sosial, politik, dan teknologi yang berlangsung semakin cepat, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan kader-kadernya agar mampu menjawab tantangan zaman. Upaya itu diwujudkan melalui pelaksanaan Training Nasional Latihan Kader II (LK II) dan Senior Course yang dalam waktu dekat akan digelar di Kukar.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda kaderisasi formal, tetapi juga dirancang sebagai ruang penguatan kapasitas intelektual, kepemimpinan, dan kemampuan berpikir kritis kader HMI dari berbagai daerah.

Ketua Panitia Training Nasional LK II dan Senior Course HMI Cabang Kukar, Muhammad Ibnu Ridho, mengatakan proses persiapan kegiatan saat ini telah mencapai 80 hingga 90 persen. Panitia juga tengah menjalankan tahapan screening peserta guna memastikan kesiapan calon peserta mengikuti proses kaderisasi tingkat lanjut tersebut.

“Persiapan Training Nasional LK II dan Senior Course saat ini sudah mencapai sekitar 80 sampai 90 persen. Screening peserta juga terus dilakukan untuk menyaring kembali peserta yang akan mengikuti training nasional ini,” ujarnya.

Menurut Ridho, penguatan tradisi intelektual menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan training. HMI selama ini dikenal sebagai organisasi yang menjadikan diskusi dan pertukaran gagasan sebagai bagian penting dalam proses pembentukan kader.

Karena itu, metode yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mengedepankan ruang dialog yang intensif antara peserta dan narasumber.

“HMI sangat kental dengan tradisi diskusi dan tradisi intelektual. Karena itu, kebiasaan berdialog dan berdiskusi tetap menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi,” katanya.

Untuk mendukung tujuan tersebut, panitia menghadirkan sejumlah tokoh nasional yang memiliki kompetensi di bidang masing-masing. Di antaranya Arief Rosyid, Andi Buana Raja, Bahtra Banong, anggota Komisi II DPR RI Syekha Songge, serta Tim Master dari HMI Cabang Pontianak, Indah Alawiyah.

Ridho menegaskan para pemateri yang diundang dipilih berdasarkan kapasitas dan pengalaman sehingga mampu memberikan perspektif yang relevan terhadap tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.

Selain menghadirkan narasumber nasional, training kali ini juga menerapkan metodologi karantina dan diskusi sebagai pendekatan utama dalam proses pembelajaran. Metode tersebut diharapkan mampu membangun interaksi yang lebih aktif sehingga peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam proses pertukaran gagasan secara mendalam.

Ia menjelaskan, kaderisasi HMI terus menyesuaikan perkembangan zaman tanpa meninggalkan Nilai Dasar Perjuangan (NDP) yang menjadi landasan organisasi. Baik training formal, informal, maupun nonformal terus dikembangkan agar tetap relevan dengan kebutuhan kader dan dinamika masyarakat.

Dalam sistem kaderisasi HMI, LK II merupakan salah satu tahapan penting untuk membentuk kader yang memiliki kapasitas lebih matang. Melalui proses tersebut, peserta diharapkan mengalami penguatan baik dari sisi pemikiran maupun sikap.

“Output yang diharapkan setelah mengikuti training ini adalah adanya perubahan yang lebih baik, baik dari sisi perilaku maupun pemikiran peserta,” tegasnya.

Pelaksanaan training nasional ini juga mendapat dukungan dari para alumni HMI dan Korps Alumni HMI (KAHMI), termasuk Koordinator Majelis Daerah KAHMI Kutai Kartanegara yang juga Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, serta Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani.

Dengan persiapan yang memasuki tahap akhir, Training Nasional LK II dan Senior Course diharapkan tidak hanya menjadi agenda kaderisasi rutin, tetapi juga melahirkan kader-kader yang mampu beradaptasi dengan perubahan, kritis terhadap persoalan publik, serta siap berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa. (moe)

Editor : Indra Zakaria
#kutai kartanegara