Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kukar Jajaki Mekanisme Kirim Sampah ke TPST IKN, Warga Diminta Mulai Pilah Sampah dari Rumah

Elmo Satria Nugraha • Jumat, 3 Juli 2026 | 21:58 WIB
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar Tri Joko Kuncoro (Istimewa)
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar Tri Joko Kuncoro (Istimewa)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Sebagian sampah dari Kutai Kartanegara berpeluang tak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir. Pemerintah Kabupaten Kukar mulai menjajaki kerja sama dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk mengirim sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) IKN yang masih memiliki kapasitas pengolahan cukup besar.

Namun, peluang tersebut hanya bisa terwujud jika masyarakat mulai mengubah kebiasaan lama. Sebab, TPST IKN hanya menerima sampah yang telah dipilah sejak dari rumah atau sumbernya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Tri Joko Kuncoro, mengatakan perubahan pola pengelolaan sampah menjadi tantangan terbesar sebelum kerja sama tersebut dapat berjalan optimal.

“Kita masih tahap mensosialisasikan kepada masyarakat untuk memulai memilah-milah sampahnya agar bisa diolah di TPST. Karena ini PR besar bagi kita,” ujar Joko belum lama ini.

Joko mengatakan sistem pengelolaan sampah di TPST IKN berbeda dengan tempat pembuangan akhir konvensional. Fasilitas tersebut dirancang mengolah sampah secara modern sehingga hanya menerima jenis sampah yang telah dipisahkan sesuai kategorinya.

Saat ini, kapasitas pengolahan TPST IKN mencapai puluhan ton per hari. Namun, volume sampah yang masuk masih jauh di bawah kapasitas tersebut karena selama ini hanya melayani kawasan IKN.

Kondisi itu mendorong OIKN membuka peluang kerja sama dengan daerah penyangga, termasuk Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, agar fasilitas pengolahan sampah tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Joko pastikan DLHK Kukar bersama OIKN bahkan telah menggelar pertemuan awal untuk membahas rancangan kerja sama. Mulai dari mekanisme pengiriman sampah hingga dukungan sarana operasional yang dibutuhkan.

Pada tahap awal, Kecamatan Samboja dan Samboja Barat menjadi wilayah yang paling berpeluang terlibat karena lokasinya lebih dekat dengan kawasan IKN sehingga distribusi sampah dinilai lebih efisien.

Sementara itu, Kecamatan Muara Jawa belum menjadi prioritas. Selain telah memiliki sistem pengelolaan sampah yang cukup baik, wilayah tersebut juga didukung keterlibatan masyarakat melalui Gerakan Muara Jawa Bersih yang selama ini aktif mengolah sampah hingga memiliki nilai ekonomi.

Dalam pembahasan kerja sama tersebut, OIKN juga berencana menyediakan truk listrik untuk mengangkut sampah dari daerah penyangga menuju TPST IKN. Namun penyediaan stasiun pengisian daya bagi kendaraan operasional tersebut masih menjadi kendala.

“Kita masih menghitung kebutuhan anggaran sekaligus mematangkan skema kerja sama sebelum pengiriman sampah dapat direalisasikan,” tutupnya.

Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, kerja sama ini tidak hanya membuka solusi baru bagi pengelolaan sampah di Kukar, tetapi juga menjadi momentum membangun budaya memilah sampah sejak dari rumah. Sebab, keberhasilan sistem modern tersebut pada akhirnya bergantung pada perubahan kebiasaan masyarakat sebagai titik awal pengelolaan sampah yang berkelanjutan. (moe)

Editor : Indra Zakaria
#kutai kartanegara