Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harmoni Multikultural Skuad Rossocrociati: Saat Keberagaman Budaya Menjadi Senjata Rahasia Swiss

I
Timnas Swiss.
Timnas Swiss.

Advertisement

PROKAL.CO- Tim nasional sepak bola Swiss terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kekuatan sepak bola di Eropa yang paling unik. Di balik kedisiplinan taktis yang mereka peragakan di lapangan hijau, skuad Rossocrociati menyimpan kekayaan latar belakang budaya yang luar biasa, di mana mayoritas bintang utamanya merupakan imigran generasi pertama dan kedua yang kini bersatu di bawah bendera Palang Merah.

Keberagaman ini bahkan melahirkan istilah khusus di negara mereka, yaitu "Secundos", sebutan ramah untuk generasi kedua imigran yang lahir atau besar di Swiss. Fenomena ini diakui langsung oleh sang pelatih kepala, Murat Yakin, sebagai sebuah berkah yang membentuk karakter tangguh timnya.

“Kekuatan terbesar kami terletak pada keragaman ini. Para pemain membawa bakat alamiah, kreativitas, dan gairah dari tanah leluhur mereka, lalu kami satukan dengan disiplin serta etos kerja ketat khas Swiss,” ujar Murat Yakin saat menjelaskan fondasi harmonis di dalam ruang ganti timnya.

Warisan Darah Balkan dan Eks-Yugoslavia

Identitas sepak bola modern Swiss tidak bisa dilepaskan dari gelombang migrasi besar-besaran akibat konflik perang Balkan pada era 1990-an. Kelompok inilah yang melahirkan pilar-pilar ikonik yang menjadi motor serangan Swiss selama lebih dari satu dekade.

Advertisement

Nama-nama besar seperti Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri, bersama talenta muda Ardon Jashari, merupakan pemain yang memiliki darah Kosovo-Albania yang sangat kental. Selain mereka, jejak Balkan juga tertanam pada mantan penyerang andalan Admir Mehmedi yang keturunan Albania-Makedonia Utara, serta striker kawakan Haris Seferovic yang lahir dari orang tua asal Bosnia & Herzegovina.

Ledakan Bakat Benua Hitam di Lini Pertahanan dan Serang

Selain wilayah Balkan, imigrasi dari benua Afrika dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah wajah lini serang dan benteng pertahanan Swiss menjadi jauh lebih bertenaga dan atletis.

Sektor juru gedor utama mereka dipimpin oleh Breel Embolo, penyerang yang lahir langsung di Yaounde, Kamerun, sebelum masa kecilnya berpindah ke Swiss. Di lini belakang, bek tangguh Manuel Akanji tampil kokoh berkat darah campuran dari ayahnya yang berasal dari Nigeria dan ibunya yang merupakan warga negara Swiss. Tak ketinggalan, nama-mana seperti Denis Zakaria dan Jordan Lotomba membawa trah Republik Demokratik Kongo, sementara Edimilson Fernandes mewakili garis keturunan Senegal dan Tanjung Verde.

Perpaduan Eropa, Amerika Latin, dan Nilai Historis Turki

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Argentina vs Swiss: Magis Lionel Messi Ditantang Tembok Disiplin dan Serangan Balik 

Argentina vs Swiss: Magis Lionel Messi Ditantang Tembok Disiplin dan Serangan Balik 

Argentina vs Swiss: Magis Lionel Messi Ditantang Tembok Disiplin dan Serangan Balik 

Taktik Jitu Berjalan Mulus, Murat Yakin Beberkan Kunci Sukses Swiss Singkirkan Kolombia

Taktik Jitu Berjalan Mulus, Murat Yakin Beberkan Kunci Sukses Swiss Singkirkan Kolombia

Berbicara kepada laman resmi FIFA pada Rabu (8/7/2026), Murat Yakin membeberkan bagaimana dinamika strategi yang ia terapkan di lapangan untuk meredam agresivitas para pemain Kolombia sejak peluit awa

Cetak Sejarah Setelah 72 Tahun, Granit Xhaka Sebut Skuad Swiss Generasi Spesial Penantang Argentina

Cetak Sejarah Setelah 72 Tahun, Granit Xhaka Sebut Skuad Swiss Generasi Spesial Penantang Argentina

Cetak Sejarah Seusai 72 Tahun, Granit Xhaka Sebut Skuad Swiss Generasi Spesial Penantang Argentina

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer