Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cetak Sejarah Setelah 72 Tahun, Granit Xhaka Sebut Skuad Swiss Generasi Spesial Penantang Argentina

R
Ruben Diaz dkk. Swiss siap bendung anak emas FIFA, Argentina.
Ruben Diaz dkk. Swiss siap bendung anak emas FIFA, Argentina.

Advertisement

ZURICH — Kapten Timnas Swiss, Granit Xhaka, meluapkan rasa bangganya yang luar biasa setelah berhasil memimpin negaranya menembus babak perempat final Piala Dunia 2026. Keberhasilan ini sekaligus menyudahi kutukan dan penantian panjang selama 72 tahun bagi publik sepak bola Swiss untuk kembali merasakan atmosfer babak delapan besar turnamen paling bergengsi di dunia.

Swiss sukses menyegel tiket perempat final secara dramatis lewat drama adu penalti berkepanjangan yang berakhir dengan skor 4-3, setelah bermain imbang tanpa gol melawan Kolombia selama 120 menit penuh di fase 16 besar.

Sinergi Sempurna Pemain Senior dan Darah Muda

Advertisement

Berbicara kepada laman resmi FIFA pada Rabu (8/7/2026), Xhaka menilai bahwa kedalaman skuad La Nati saat ini diisi oleh kumpulan talenta luar biasa yang sangat langka ditemukan dalam sejarah sepak bola negara mereka. Pemain yang merumput bersama Sunderland tersebut berharap regenerasi pemain hebat di Swiss tidak perlu lagi memakan waktu puluhan tahun untuk terulang kembali.

"Kami, para pemain yang lebih berpengalaman, terus didorong oleh pemain-pemain yang lebih muda, dan pada saat yang sama, kami harus memberikan contoh nyata setiap hari serta di setiap pertandingan," kata Granit Xhaka saat menggambarkan keharmonisan di dalam ruang ganti Swiss.

Xhaka juga berkomitmen penuh bersama jajaran pemain senior lainnya untuk terus menyalurkan ilmu serta membakar motivasi para punggawa muda agar tidak inferior menghadapi tim mana pun di fase gugur. Bagi Xhaka, kesuksesan melangkah jauh di Piala Dunia 2026 ini bukan hanya kerja keras sebelas pemain di atas lapangan, melainkan buah dari kesolidan visi seluruh elemen tim dari jajaran manajemen hingga pemain cadangan.

Advertisement

"Mulai dari staf pelatih hingga pemain terakhir, kita semua bisa bangga atas pencapaian kita," tutur Granit Xhaka menambahkan dengan penuh emosional. Lebih lanjut, ia ingin menanamkan keyakinan kuat kepada seluruh rekannya bahwa Swiss memiliki kapasitas untuk melakukan hal-hal besar, termasuk melangkah lebih jauh dari babak perempat final.

Ujian sesungguhnya bagi mentalitas juara Swiss akan segera tersaji di babak perempat final Piala Dunia 2026. Skuad asuhan Murat Yakin ini dijadwalkan menantang sang juara bertahan, Argentina, dalam laga hidup mati yang akan digelar di Stadion Arrowhead, Kansas, pada Minggu (12/7) pukul 08.00 WIB. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Argentina vs Swiss: Magis Lionel Messi Ditantang Tembok Disiplin dan Serangan Balik 

Argentina vs Swiss: Magis Lionel Messi Ditantang Tembok Disiplin dan Serangan Balik 

Argentina vs Swiss: Magis Lionel Messi Ditantang Tembok Disiplin dan Serangan Balik 

Taktik Jitu Berjalan Mulus, Murat Yakin Beberkan Kunci Sukses Swiss Singkirkan Kolombia

Taktik Jitu Berjalan Mulus, Murat Yakin Beberkan Kunci Sukses Swiss Singkirkan Kolombia

Berbicara kepada laman resmi FIFA pada Rabu (8/7/2026), Murat Yakin membeberkan bagaimana dinamika strategi yang ia terapkan di lapangan untuk meredam agresivitas para pemain Kolombia sejak peluit awa

Singkirkan Kolombia Lewat Drama Penalti, Swiss Tantang Argentina di Perempat Final Piala Dunia 2026

Singkirkan Kolombia Lewat Drama Penalti, Swiss Tantang Argentina di Perempat Final Piala Dunia 2026

Singkirkan Kolombia Lewat Drama Penalti, Swiss Tantang Argentina di Perempat Final Piala Dunia 2026 VANCOUVER — Swiss sukses melangkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Kolo

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer