PROKAL.CO, TENGGARONG – Kebijakan efisiensi anggaran tak membuat agenda pariwisata di Kutai Kartanegara (Kukar) berhenti. Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar memilih mengoptimalkan anggaran yang tersedia agar berbagai event tetap dapat terselenggara, sehingga masyarakat tetap memiliki ruang menikmati atraksi budaya sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
Strategi itu dilakukan dengan memprioritaskan kegiatan yang memiliki dampak besar terhadap promosi daerah. Salah satunya Festival Erau Adat Kutai 2026 yang kembali masuk dalam Kalender Event Nusantara Kementerian Pariwisata.
Kabid Pemasaran Pariwisata Dispar Kukar, Awang Ivan Akhmad, mengatakan kalender pariwisata 2026 sebenarnya telah disusun sejak awal tahun. Dari berbagai agenda yang direncanakan, Festival Erau menjadi prioritas karena memiliki nilai strategis dalam mendongkrak kunjungan wisatawan.
"Kalender pariwisata 2026 sebenarnya sudah kami susun sejak awal tahun. Salah satu agenda besar adalah Festival Erau Adat Kutai yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang," ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Diungkapkan Ivan, persiapan Erau telah dibahas sejak April melalui rapat internal bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Meski berada di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pihaknya berupaya agar festival budaya terbesar di Kukar itu tetap dapat terlaksana.
"Walaupun dalam kondisi efisiensi anggaran, kami tetap berupaya agar Erau tetap terlaksana karena tahun ini kembali masuk dalam Kalender Event Nusantara Kementerian Pariwisata," katanya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Erau menggunakan skema hibah kepada Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Sementara Dispar Kukar akan memfokuskan dukungan pada aspek promosi agar gaung festival mampu menjangkau lebih banyak wisatawan.
"Kami berharap pada Juli ini proses administrasi dan DPA sudah selesai sehingga kegiatan promosi bisa segera berjalan," jelasnya.
Di sisi lain, efisiensi anggaran membuat sejumlah agenda harus disesuaikan. Kukar Festival Budaya Nusantara (KFBN) yang semula dijadwalkan berlangsung pada 2–5 Juli berpotensi tidak terlaksana. Hal serupa juga terjadi pada Festival Kota Raja yang biasanya menjadi bagian dari rangkaian Erau.
Meski demikian, geliat festival di tingkat kecamatan dan desa tetap berjalan. Menurut Ivan, antusiasme pemerintah desa dan masyarakat menjadi modal penting agar kegiatan pariwisata tetap hidup, meski memanfaatkan dukungan perusahaan maupun sumber pendanaan lainnya.
"Bahkan Desa Muara Muntai sudah datang menyampaikan persiapan festival Srimuntai yang akan digelar bulan Agustus nanti," ungkapnya. Dispar Kukar pun tetap berupaya memberikan dukungan sesuai kemampuan anggaran, mulai dari promosi hingga fasilitasi talenta untuk memperkuat penyelenggaraan event daerah.
"Kami juga berupaya membantu melalui program komunikasi dan penguatan event daerah, misalnya dukungan promosi maupun talenta sesuai kemampuan yang kami miliki," tuturnya. Ivan menegaskan, efisiensi anggaran bukan berarti menghentikan promosi pariwisata. Justru di tengah keterbatasan, Dispar Kukar berupaya mengoptimalkan sumber daya yang ada agar agenda wisata tetap berjalan dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat maupun pelaku ekonomi lokal.
"Walaupun berada dalam kondisi efisiensi, kami tetap berupaya semaksimal mungkin mempromosikan pariwisata Kukar," tegasnya. (moe)
Editor : Indra Zakaria