Sekda Kukar Buka Suara soal Kebakaran Kantor Diskominfo, Minta Semua Pihak Tahan Spekulasi

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:38 WIB
Sekda Kukar Sunggono (Elmo/Prokal.co)
Sekda Kukar Sunggono (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Kebakaran di ruang rapat lantai tiga Gedung Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi perhatian Pemkab Kukar. Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono meminta semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab maupun motif kejadian sebelum proses pendalaman selesai.

Sunggono mengatakan laporan awal terkait kebakaran telah diterimanya. Namun, informasi tersebut masih bersifat pendahuluan sehingga perlu didalami dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Saya dapat laporan, tetapi sekarang kan baru laporan pendahuluan. Prinsipnya, ya kita tetap memakai asas praduga tak bersalah,” kata Sunggono di Rumah Jabatan Bupati, Selasa (11/8/2026).

Bupati Kukar, lanjut dia, juga telah meminta Kepala Diskominfo mendalami persoalan yang melatarbelakangi kejadian. Jika nantinya ditemukan unsur pidana, penanganannya akan diserahkan kepada mekanisme hukum yang berlaku.

“Tadi Pak Bupati juga mengarahkan kepada Kadis Kominfo, ya didalami dulu permasalahannya seperti apa,” ujarnya.

Sunggono mengaku prihatin karena kebakaran terjadi di ruangan yang disebut sebagai tempat bekerja tenaga kontrak yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut. Ia menegaskan orang yang disebut sebagai terduga pelaku bukan berstatus ASN, melainkan tenaga kontrak.

“Menurut yang disampaikan oleh Pak Kadis, ruangan itu ruangan tempat bekerja yang bersangkutan. Saya sayangkan,” tuturnya.


Di tengah proses pendalaman, Sunggono meminta persoalan yang muncul di lingkungan kerja tidak berkembang menjadi tindakan pribadi. Menurutnya, baik ASN maupun tenaga non-ASN memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan melalui komunikasi.

“Intinya kita prihatin juga. Kami berharap teman-teman ASN yang lain atau juga mungkin ini kan teman-teman honor, kalau ada permasalahan, ya bisa kita baik-baik. Kita kan enggak menutup pintu, enggak menutup komunikasi,” ucapnya.

Sunggono mengaku selama ini terbuka menerima tenaga honorer yang memiliki persoalan dengan organisasi perangkat daerah (OPD), pegawai maupun kepala OPD. Menurutnya, jalur komunikasi dapat digunakan sebelum persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Saya sendiri pernah juga didatangi teman-teman honor yang bermasalah dengan OPD-nya, dengan pegawai di OPD atau mungkin dengan kepala OPD,” ungkapnya.

Ia mengingatkan persoalan pribadi tidak semestinya diselesaikan melalui tindakan yang justru dapat merugikan diri sendiri dan keluarga. Ketika ditanya mengenai dugaan bullying yang disebut menjadi salah satu latar belakang kejadian, Sunggono tidak ingin berspekulasi.

“Saya tidak mau berandai-andai, berasumsi. Intinya hanya satu, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Sepanjang kita mau saling membuka diri untuk selalu komunikasi,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Polres Kukar telah mengamankan terduga pembakar berinisial AK. Dipastikan bahwa yang bersangkutan ini merupakan pegawai outsourcing di Command Center Diskominfo Kukar. Dari kejadian ini, Polres Kukar juga mengamankan barang bukti berupa galon berisi bahan bakar minyak jenis Pertalite.

Adapun modus operandi dari kejadian ini diakui AK ke kepolisian atas dasar dendam pribadi. Sebagaimana AK seringkali difoto oleh rekan-rekan kantornya secara diam-diam dan menjadi bahan olokan. Sehingga mendorongnya melakukan pembakaran ini. 

Hingga kini, Polres Kukar melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) terus melakukan pendalaman aksi pembakaran ini. Sedangkan untuk AK masih berada di Mapolres Kukar untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara