Belogo hingga Ketapel, Ratusan Peserta Ikut Ramaikan dan Lestarikan Olahraga Tradisional di Erau

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 17:31 WIB
Pembukaan Lomba Olahraga Tradisional Erau Adat Kutai 2026 di Halaman Parkir Pulau Kumala (Elmo/Prokal.co)
Pembukaan Lomba Olahraga Tradisional Erau Adat Kutai 2026 di Halaman Parkir Pulau Kumala (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Sebanyak 507 peserta ambil bagian dalam lomba olahraga tradisional yang menjadi bagian dari rangkaian Erau Adat Kutai 2026. Mereka tidak hanya berasal dari Tenggarong dan sejumlah daerah di Kalimantan Timur, tetapi juga datang dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara.

Lomba dibuka di Halaman Parkir Pulau Kumala, Tenggarong, Senin (21/9/2026). Empat cabang olahraga tradisional dipertandingkan, yakni belogo, menyumpit, begasing, dan ketapel.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara (Kukar) Sunggono mengatakan, tingginya jumlah peserta menunjukkan olahraga tradisional masih memiliki peminat, sekaligus menjadi bagian yang menarik dari pelaksanaan Erau Adat Kutai.

“Dari apa yang dilaporkan Pak Kadispora, meskipun jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan hanya empat, pesertanya relatif sangat banyak, termasuk yang berasal dari luar kota,” kata Sunggono.

Peserta dari luar Kukar bahkan datang dari luar provinsi. Selain sejumlah kabupaten/kota di Kaltim, terdapat peserta dari Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah.

Menurut Sunggono, kehadiran peserta lintas daerah tersebut menunjukkan olahraga tradisional di Kukar serta kegiatan Erau mulai dikenal dan diminati masyarakat di luar daerah.

“Ini menggambarkan bahwa olahraga tradisional di Kukar dan kegiatan Erau juga diketahui serta diminati oleh masyarakat di luar Kukar,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar Aji Ali Husni menyebut, olahraga tradisional memang rutin digelar setiap pelaksanaan Erau di Tenggarong. Tahun ini, jumlah peserta mencapai 507 orang.

“Alhamdulillah, meskipun empat lomba ini saja yang dilaksanakan, masyarakat olahraga tradisional sampai saat ini masih cukup tinggi. Terbukti hari ini yang sudah mendaftar sekitar 500 orang, 507 orang yang mendaftar dalam kegiatan ini,” jelasnya.

Peserta di antaranya berasal dari Kutai Timur, Samarinda, dan Paser. Peserta dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara juga kembali ambil bagian dalam kegiatan tahun ini.

Aji mengatakan, pelaksanaan di kawasan Pulau Kumala juga dirancang agar olahraga tradisional berjalan beriringan dengan aktivitas wisata. Pengunjung dapat menyaksikan perlombaan sekaligus menikmati kawasan wisata tersebut.

“Dengan adanya Erau, ada pengunjung yang datang melihat olahraga tradisional sekaligus mereka menikmati wisata di Pulau Kumala,” tuturnya.

Menurut dia, pelaksanaan kegiatan juga diharapkan memberi ruang bagi pelaku UMKM dan masyarakat sekitar untuk menjalankan usaha. Dengan begitu, kegiatan tidak hanya menjadi ruang pelestarian olahraga tradisional, tetapi turut menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi.

Di tengah kondisi kabut asap, jumlah cabang olahraga tahun ini memang dibatasi. Sunggono menyebut terdapat banyak cabang olahraga tradisional yang sebenarnya dapat dipertandingkan, namun kondisi cuaca membuat kegiatan luar ruangan perlu dikurangi.

“Kita sudah menyarankan agar kegiatan di luar ruangan tidak terlalu banyak. Jadi, kita meminimalkan jumlah peserta dan jumlah cabang, tetapi esensi kegiatannya tetap berjalan,” ungkap Sunggono.

Aji menambahkan, kondisi asap yang terkadang menebal menjadi salah satu pertimbangan pembatasan kegiatan. Meski demikian, ruang bagi para penggiat olahraga tradisional tetap diberikan.

“Tapi tidak mengurangi daripada esensi kegiatan kita. Kita tetap memberikan ruang gerak kepada kawan-kawan penggiat olahraga tradisional,” katanya.

Salah satu perkembangan dalam perlombaan tahun ini terlihat pada cabang begasing. Selain kategori dewasa, Dispora Kukar untuk pertama kalinya membuka kelas usia anak-anak.

Aji menyebut perkembangan begasing, khususnya di Tenggarong, cukup tinggi. Sejumlah anak usia SD dan SMP bahkan telah memiliki lokasi latihan masing-masing.

“Makanya tahun ini kita laksanakan dan Insya Allah tahun ke depannya juga tetap masih kita laksanakan khusus kelas usia anak-anak,” ujarnya.

Rangkaian lomba olahraga tradisional Erau Adat Kutai 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 26 September. Sunggono berharap masyarakat terus menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang untuk mengenal dan melestarikan olahraga tradisional.

“Terima kasih kepada masyarakat Kukar, khususnya masyarakat Kalimantan Timur dan masyarakat lainnya yang menjadikan kegiatan olahraga tradisional ini sebagai kegiatan yang menarik untuk diikuti,” tandasnya. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara