Tak Harus Jaringan Besar, Kukar Cari Pengelola Bioskop yang Menguntungkan Daerah

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:05 WIB
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin (Elmo/Prokal.co)
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Rencana pembangunan bioskop di Kutai Kartanegara (Kukar) mulai ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas perangkat daerah. Pemerintah kabupaten kini tidak hanya mengandalkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), tetapi juga melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Koperasi (Disperindagkop) untuk menjajaki calon pengelola.
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin mengatakan, penanganan rencana tersebut telah dilimpahkan kepada Disperindagkop. Sejumlah opsi pengelola bioskop di Indonesia mulai dibicarakan, termasuk alternatif di luar jaringan besar seperti XXI.

“Kita ingin mencari pengelola yang juga menguntungkan bagi Kutai Kartanegara. Percuma ada bioskop kalau justru merugikan daerah,” kata Rendi, Jumat (30/10/2026) malam.

Menurut dia, pemerintah daerah tetap menginginkan bioskop dengan daya tarik dan kualitas yang mampu bersaing dengan merek-merek besar. Karena itu, penjajakan tidak semata-mata berfokus pada nama jaringan, tetapi juga kualitas fasilitas dan skema pengelolaannya.

Rendi mencontohkan bioskop di Kabupaten Berau, Tabalong, dan Batulicin yang menggunakan konsep di luar jaringan XXI. Meski tidak memakai merek tersebut, fasilitas dan kualitas ruang pemutarannya disebut setara dengan bioskop jaringan besar.

Pengalaman daerah lain itu menjadi salah satu referensi bagi Kukar dalam mencari konsep dan pengelola yang sesuai. Kehadiran bioskop diharapkan tidak hanya menambah pilihan hiburan masyarakat, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Aktivitas pengunjung berpotensi membuka peluang bagi pelaku usaha lokal, mulai dari kuliner, perdagangan, hingga jasa. Dengan pengelolaan dan lokasi yang tepat, fasilitas tersebut diharapkan ikut mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Sementara itu, lokasi pembangunan bioskop masih dalam pembahasan. Kawasan Pasar Tangga Arung sempat menjadi salah satu opsi, tetapi pemerintah daerah belum memastikan apakah rencana tersebut tetap berada di titik itu atau berpindah ke lokasi lain.

“Untuk lokasinya, apakah tetap di kawasan Pasar Tangga Arung atau berubah, masih dalam pembicaraan,” ujar Rendi. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara