Pelajar SMP di Kutai Timur Tewas dengan Luka di Leher, Polisi Ungkap Ternyata Akibat Dodos Sawit

Muhamad Yamin • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 00:16 WIB
Polisi menunjuk lokasi korban BE ditemukan tewas di pinggir jalan Desa Tanjung Labu, Kecamatan Rantau Pulung (dok.istimewa)
Polisi menunjuk lokasi korban BE ditemukan tewas di pinggir jalan Desa Tanjung Labu, Kecamatan Rantau Pulung (dok.istimewa)

 

PROKAL.CO, KUTAI TIMUR - Misteri tewasnya seorang pelajar SMP berinisial BE (15) yang ditemukan dengan luka robek di leher di tepi Jalan Logging, Desa Tanjung Labu, Kecamatan Rantau Pulung, Kutai Timur, Kalimantan Timur, akhirnya berhasil diungkap polisi. Kurang dari 24 jam setelah penemuan jenazah korban, penyidik memastikan peristiwa itu dipicu kelalaian saat membawa alat panen kelapa sawit.

Korban ditemukan warga pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 14.30 Wita dalam kondisi tergeletak di pinggir jalan. Sepeda motor yang dikendarainya berada tidak jauh dari lokasi dengan posisi roboh dan mesin masih menyala. Kasi Humas Polres Kutai Timur AIPTU Wahyu Winarko membenarkan adanya penemuan jenazah seorang pelajar tersebut.

"Benar, telah ditemukan mayat berjenis kelamin laki-laki yang merupakan pelajar," kata Wahyu. Saat petugas Polsek Rantau Pulung mengevakuasi korban, ditemukan luka robek pada bagian leher sebelah kiri. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, memeriksa sejumlah saksi, serta melakukan visum terhadap jenazah.

Temuan luka di leher sempat memunculkan dugaan adanya tindak kriminal. Namun, penyelidikan lanjutan yang melibatkan Tim Macan Polres Kutai Timur mengarah pada fakta berbeda.

Kapolsek Rantau Pulung IPTU Samuel Tarihora menjelaskan, penyidik kembali melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi. Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi seorang pria berinisial S yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Berdasarkan keterangan para saksi, S saat itu melintas menggunakan sepeda motor sambil membawa dodos dan angkong usai bekerja di kebun sawit. Dodos merupakan alat panen berbentuk tombak dengan ujung besi tajam yang digunakan untuk memotong pelepah dan tandan buah sawit.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tersangka memikul dodos di bahu kiri tanpa pelindung pengaman. Ketika melintas di Jalan Logging, korban yang mengendarai sepeda motor dari arah belakang diduga bersenggolan dengan ujung dodos tersebut.

Benturan itu menyebabkan ujung besi tajam mengenai leher korban. Meski sempat terus melaju, korban akhirnya terjatuh beberapa puluh meter dari lokasi kejadian dan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.

Menurut Samuel, S mengaku sempat melihat korban berhenti dan turun dari sepeda motor. Namun karena panik, ia memilih meninggalkan lokasi dan melanjutkan perjalanan pulang. Keesokan harinya, ketika polisi bersiap melakukan penangkapan, S justru mendatangi Polsek Rantau Pulung bersama menantunya untuk menyerahkan diri.

"Saat anggota hendak melakukan penangkapan pada pagi hari, yang bersangkutan justru datang ke Polsek bersama menantunya dan menyerahkan diri," ujar Samuel.

Polisi selanjutnya menetapkan S sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk dodos yang digunakan saat kejadian.

Samuel mengapresiasi dukungan masyarakat yang membantu memberikan informasi sehingga proses pengungkapan perkara dapat berlangsung cepat. "Kami mengapresiasi masyarakat yang membantu memberikan keterangan sehingga kasus ini dapat segera terungkap," katanya.

Sementara itu, Kapolres Kutai Timur AKBP Aryansyah mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan aspek keselamatan saat membawa peralatan kerja di jalan umum. "Pastikan alat kerja yang dibawa aman dan tidak membahayakan orang lain. Keselamatan harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang," tegasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai timur