Plinia cauliflora atau dikenal dengan nama Jaboticaba atau Anggur Brazil adalah spesies tumbuhan dari keluarga Myrtaceae. Tumbuhan ini berasal dari Brazil, Argentina, Paraguay, Peru, dan Bolivia. Tumbuhan ini dikenal dengan buahnya yang berwarna ungu-kehitaman dengan daging buah berwarna putih dan tumbuh di batang pohon. Buahnya dapat dimakan langsung atau dijadikan Jeli, Selai, Jus dan Anggur.
Tumbuhan ini adalah Tumbuhan hijau abadi yang tumbuh dengan lambat dan dapat mencapai ketinggian 15 meter jika tidak dipangkas. Daunnya berwarna merah muda ketika muda dan berwarna hijau seiring daunnya menua.
Pohon menyukai tanah yang lembap, kaya nutrisi dan sedikit asam. Tumbuhan ini dapat beradaptasi secara luas dan dapat tumbuh di tanah jenis pasir pantai, asalkan dirawat. Bunganya berwarna putih dan tumbuh dari Batang (Cauliflorous).[6] Di habitat aslinya, Anggur pohon dapat berbunga dan berbuah 5-6 kali setahun. Anggur pohon dapat mentolerir embun beku yang ringan dan singkat tidak dibawah 26 °F (-3 °C).
Tumbuhan ini memiliki akar serabut yang kompak kompak, yang membuatnya cocok untuk ditanam di pot.
Buah
Buahnya berwarna ungu kehitaman, berbentuk bulat dengan kulit tebal mengkilap dan berukuran 3-4 centimeter. Daging buahnya berwarna putih dan memiliki rasa asam. Bijinya tidak dapat hidup apabila disimpan dalam waktu 10 hari.Citarasa jaboticaba itu berubah seiring pertambahan umur buah. Sembilan hari terakhir menjelang matang—buah matang dalam 20—30 hari pascamuncul bunga—perubahan itu terjadi. Hari pertama, rasanya seperti jambu biji; kedua, manggis; ketiga, leci; keempat, markisa; kelima, srikaya; keenam sampai delapan, anggur. (*)
Editor : Indra Zakaria