Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Burung Berkicau Sering Menang Lomba Harga Jadi Melejit, Ada Pula yang Justru Hilang dan Mati, Ini Cerita Pemain Burung dari Balikpapan

Faroq Zamzami • 2025-03-07 14:35:33
KICAU MANIA: Bely Siswoko (tengah) saat meraih juara dua dalam salah satu event nasional burung berkicau.
KICAU MANIA: Bely Siswoko (tengah) saat meraih juara dua dalam salah satu event nasional burung berkicau.

PROKAL.CO-Lomba burung berkicau cukup rutin digelar di Kaltim. Jenis burung yang dipertandingkan pun variatif. Di antaranya, murai borneo, murai batu (murai non-gembung ), cucak ijo, kacer, cendet, lovebird, hingga kenari.

Menurut salah satu pemain burung di Balikpapan, Bely Siswoko, khusus evet besar tingkat nasional biasanya ada tambahan kelas burung-burung kecil lainnya. Seperti, serindit, sogon, dan pleci.

Bely mengatakan, banyak hal yang dilakukan para penghobi burung untuk mempersiapkan lomba. Yang pasti, kata dia, untuk persiapan lomba kembali kepada karakter burung masing-masing, karena tiap burung berbeda-beda karakternya dan berbeda-beda pula pola perawatannya.

Biasanya ada patokan-patokan persiapan tertentu sebelum lomba. Misalnya, persiapan H-7 menjelang lomba, persiapan H-3 sebelum lomba, persiapan H-1 sebelum lomba, sampai persiapan hari H lomba.

“Semuanya itu biasanya ada peningkatan perawatan khusus (jelang hari lomba). Di antaranya pemberian EF (extra fooding), penjemuran, pola mandi, serta pengondisian mental dan stamina burung agar pas di hari H lomba burung siap digas lomba di gantangan,” katanya.

Kata dia, dampak positif bagi burung yang sering dilombakan dan keluar sebagai juara, tentunya akan banyak peminat di kalangan sesama penghobi burung di daerah atau bahkan luar daerah. Tentunya dengan harga yang lumayan tinggi.

 Baca Juga: Polresta Samarinda Gelar Patroli, Amankan Bandar Taruhan dan Kendaraan Balap Liar

“Saya punya pengalaman di jenis cucak ijo dengan burung atas nama Asoka terakahir dibeli oleh penghobi asal Banjarmasin (Kalimantan Selatan/Kalsel) dengan nilai Rp 55 juta. Langsung transaksi di arena lomba pada waktu itu,” katanya.

Intinya, kata dia, patokan harga di kalangan penghobi burung itu tidak terbatas. Semakin bagus burung itu, semakin banyak memenangi juara dan dilirik para sultan-sultan kicau, bisa dipastikan harganya akan melambung tinggi.

Sejauh ini, kata dia, pernah melihat ada burung kerap juara dengan tawaran terakhir harga tinggi hilang dicuri. Ada juga burung yang sering juara tidak sengaja lepas.

“Pernah juga ada jenis burung murai borneo dengan penawaran terakhir Rp 150 juta karena sering menang lomba. Terakhir saya dengar kabar berita hilang waktu ditaruh di rumah. Ada juga pengalaman rekan saya, pernah kehilangan burung jenis cucak ijo kisaran harga Rp 15 juta dan murai borneo kisaran harga Rp 30 juta,” katanya.

Sementara, broker kicau memang tujuannya adalah mencari keuntungan semata, mencari burung, dirawat, dilombakan, tujuannya memang untuk dijual mencari keuntungan. (far)

Editor : Faroq Zamzami
#kenari #Lovebird #balikpapan #burung berkicau