Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Lezatnya Tak Terbantahkan! Ini Ragam Kuliner Khas Kalimantan Timur yang Wajib Dicoba

Redaksi • 2025-07-02 12:39:52
Gangan Asam.
Gangan Asam.

Kalimantan Timur dihuni berbagai suku asli. Yakni Dayak, Banjar, Kutai, selain tentunya pendatang. Nah, Kalimantan Timur memiliki beragam makanan olahan khas yang kaya akan cita rasa dan tradisi. Olahan khas masakan daerah ini boleh dikata sangat lezat. Yuk kita kulik, makanan khas Kaltim yang harus kalian coba.

1. Sate Payau khas Kaltim

 

Sate payau.
Sate payau.


Salah satu hidangan yang wajib di coba adalah sate payau, sate ini menggunakan bahan dasar daging rusa, sate payau menawarkan cita rasa yang manis dan gurih dengan tekstur daging yang lembut. Sate payau merupakan satu jenis makanan tradisional yang berasal dari Kalimantan, terutama dari daerah pedalaman Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Pengolahan makanan ini dilakukan dengan daging tersebut dibumbui dengan rempah-rempah khas, lalu dibakar di atas bara. Makanan ini merupakan bagian dari tradisi masyarakat Dayak dan biasanya disajikan pada acara adat, saat menyambut tamu, atau dalam festival budaya.

Catatan penting: Karena rusa liar tergolong dalam satwa yang dilindungi saat ini, Perburuan rusa liar untuk tujuan konsumsi telah dibatasi atau dilarang di beberapa wilayah. Sehingga Sebagian besar sate payau saat ini dibuat dari rusa yang dibudidayakan secara legal atau menggunakan daging sapi atau kambing sebagai pengganti, sambil tetap mempertahankan bumbu khas Dayak.

2. Sayur Gangan Asam Khas Kutai

Gangan Asam.
Gangan Asam.

Sayur gangan asam merupakan hidangan berbasis kuah asam yang sangat terkenal dari Kalimantan, khususnya dari Kalimantan Selatan (Banjar) dan Kalimantan Timur (Kutai). Masakan ini memiliki ciri khas kuah yang jernih berwarna kuning, warna yang dihasilkan dari kunyit, dengan rasa asam yang menyegarkan serta gurih, berasal dari kombinasi rempah dan daging ikan, terutama ikan patin atau ikan air tawar lainnya.

Bahan utama hidangan ini adalah ikan dengan daging tebal, seperti patin, toman, baung, gabus, atau ikan lokal lainnya. Kadang-kadang, kepala ikan juga digunakan sebagai bahan utama.Untuk sayurannya, biasanya terong asam (rimbang), kangkung, keladi/talas, kacang panjang, timun, kol, dan tomat hijau digunakan. Di beberapa lokasi, rotan muda (umbut latung) juga bisa ditambahkan jika tersedia. Cita rasa kuliner ini memiliki Perpaduan rasa asam yang segar, gurih, sedikit pahit (dari beberapa jenis sayuran), dan aroma rempah yang khas menjadikan kuahnya berwarna kuning jernih, berbeda dengan sayur asam yang berasal dari Jawa atau Sumatra yang bisa tampak lebih keruh atau berwarna merah.

Gangan asam bukan hanya sekadar makanan, melainkan juga merupakan bagian dari tradisi keluarga dan budaya makan masyarakat Kalimantan. Setiap keluarga mungkin memiliki resep sendiri yang diwariskan turun-temurun, dan proses memasak sering kali menjadi saat berharga untuk berkumpul bersama keluarga.

3. Gence Ruan

 

Gence ruan.
Gence ruan.

Selain itu ada Ayam gence Ruan, Gence ruan merupakan makanan spesial dari Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang terbuat dari ikan gabus, yang dikenal dengan sebutan “ruan” atau “haruan”. Ikan ini dibakar dan kemudian diberikan sambal tumis yang unik, disebut “gence”. Dalam pembuatan gence ruan, metode yang digunakan yaitu cara memasak tradisional, dengan membakar atau menggoreng ikan, lalu menyiramnya dengan sambal yang kaya rempah.

Ciri Khas hidangan ini Memiliki rasa pedas, asam, dan manis, serta aroma rempah yang kuat dari sambal tumisnya. Untuk Tekstur Ikan yang dibakar memiliki kulit yang renyah dan daging yang lembut di bagian dalam sert disajikan bersama sambal yang agak kasar, memberikan rasa gurih dan segar. Selain itu hidangan ini Biasanya disajikan bersama nasi putih dan terkadang dilengkapi dengan sayur pakis yang ditumis.

Kuliner ini memiliki nilai budaya sebagai simbol Kebanggaan lokal. Gence Ruan adalah hidangan yang dulunya hanya disajikan kepada Kerajaan Kutai Kertanegara, sehingga memiliki nilai historis dan simbol kebanggaan sebagai makanan istimewa kerajaan yang kini dinikmati oleh semua kalangan masyarakat, kemudian menjadi bagian dari tradisi beseprah.

Gence Ruan sering dihidangkan dalam acara makan bersama yang dikenal dengan tradisi beseprah, yang melambangkan kebersamaan, gotong royong, dan keakraban antar masyarakat tanpa melihat status sosial. Tradisi ini membantu menguatkan nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat Kutai serta mengajarkan generasi muda untuk menghormati warisan budaya mereka. Selain itu maknan ini menjadi Warisan Kuliner Tradisional, Gence Ruan merupakan bagian dari kekayaan kuliner tradisional Kutai yang menggunakan bahan-bahan lokal, yaitu ikan haruan dari Sungai Mahakam dan bumbu khas “gence” yang memberikan rasa pedas, asam, dan manis. Hidangan ini menggambarkan kebijaksanaan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya. (fitrinov)

Editor : Indra Zakaria
#kuliner