Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sering Dianggap Paranoia, Studi Psikologi Ungkap Lima Tanda Ilmiah Pasangan Sedang Selingkuh

Redaksi Prokal • Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB
ilustrasi selingkuh
ilustrasi selingkuh

PROKAL.CO – Menaruh rasa curiga terhadap komitmen pasangan sering kali dicap sebagai bentuk ketidakpercayaan atau sekadar rasa cemas yang berlebihan. Namun, dunia sains dan psikologi hubungan memiliki pandangan yang lebih objektif. Melalui serangkaian riset mendalam, para ilmuwan berhasil memetakan sejumlah perubahan perilaku nyata yang kerap menjadi indikator kuat bahwa seseorang sedang menjalin hubungan gelap di luar komitmen resminya.

Proteksi Ponsel Berlebihan dan Hilangnya Keintiman secara Mendadak

Salah satu indikasi paling mencolok yang sering memicu konflik adalah perubahan mendadak pada cara seseorang memperlakukan ponsel pintar mereka. Dalam studi psikologi, fenomena menjaga kerahasiaan gawai secara gila-gilaan ini dikenal dengan istilah self-protective deception. Secara kognitif, otak pelaku perselingkuhan sedang berusaha keras melindungi hubungan gelapnya agar tidak terbongkar. Perilaku ini bermanifestasi dalam tindakan nyata seperti mengubah kata sandi secara berkala, membawa ponsel bahkan hingga ke dalam kamar mandi, serta reaksi kemarahan yang meledak-ledak saat pasangan sahnya sekadar bertanya.

Seiring dengan ketatnya privasi gawai, keintiman dalam hubungan utama biasanya akan merosot tajam. Hubungan gelap di luar rumah secara otomatis telah memenuhi kebutuhan emosional maupun seksual yang sebelumnya dianggap kurang. Akibatnya, pelaku akan mengalami fase emotional withdrawal atau penarikan diri secara emosional dari pasangan sahnya.

Menariknya, sebuah meta-analisis mengonfirmasi bahwa selain penarikan diri, tanda ini juga bisa muncul dalam bentuk kompensasi berlebihan (overcompensation). Pelaku tiba-tiba bisa bersikap sangat mesra, membelikan hadiah tanpa alasan, namun afeksi tersebut terasa hambar, kaku, dan palsu bagi pasangannya.

Perubahan Rutinitas yang Drastis dan Sikap Super Defensif

Indikator ilmiah selanjutnya berkaitan erat dengan waktu dan manajemen aktivitas sehari-hari. Pelaku perselingkuhan membutuhkan celah atau kesempatan ekstra untuk bisa bertemu dengan selingkuhannya. Berdasarkan penelitian mengenai perpindahan waktu (time displacement), perubahan jadwal kerja yang mendadak, alasan rapat di luar jam kantor yang tidak masuk akal, atau hobi baru yang menyita waktu akhir pekan merupakan salah satu tanda fisik yang paling nyata di dunia riil.

Secara psikologis, menjalani dua hubungan sekaligus memicu stres kronis dan rasa bersalah yang sangat besar di dalam dada pelaku. Kondisi batin yang tertekan ini kemudian melahirkan perilaku yang disebut displaced anger—kondisi di mana pelaku menjadi sangat mudah marah dan bersikap defensif secara berlebihan atas hal-hal sepele. Mereka cenderung menyerang balik atau menuduh pasangan sahnya mengekang kebebasan, yang dalam studi trauma kelekatan (attachment trauma) diidentifikasi sebagai pola klasik untuk mengalihkan rasa takut ketahuan.

Manajemen Citra Diri dan Langkah yang Harus Diambil

Tanda terakhir yang tidak boleh luput dari perhatian adalah perubahan drastis pada penampilan fisik dan minat pribadi secara mendadak. Pelaku mulai sangat rajin berdandan, mengubah gaya pakaian, memakai parfum baru, hingga mendadak memiliki hobi asing yang sebelumnya tidak pernah mereka sukai.

Secara ilmiah, ini merupakan bentuk impression management atau upaya keras untuk terlihat memikat di mata orang baru. Penelitian mengenai strategi pergantian pasangan (mate switching strategy) menegaskan bahwa lonjakan perhatian terhadap penampilan luar ini hampir selalu muncul tepat saat seseorang memiliki ketertarikan romantis yang baru.

Meskipun deretan tanda di atas didasarkan pada penelitian ilmiah tentang disonansi kognitif dalam hubungan, para psikolog mengingatkan bahwa poin-poin ini bukanlah sebuah diagnosis mutlak 100 persen bahwa pasangan pasti tidak setia. Namun, para ahli menegaskan bahwa jika ada tiga atau lebih tanda di atas muncul secara bersamaan dan dalam jangka waktu yang lama, hal tersebut merupakan alarm keras. Dibandingkan langsung menuduh secara membabi buta, membuka ruang komunikasi yang jujur dan transparan atau melibatkan konseling pernikahan profesional sangat disarankan sebagai solusi terbaik. (*)

Editor : Indra Zakaria
#selingkuh