Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Seni Menyokong Tanpa Memanjakan: 9 Strategi Bijak Orang Tua Mengawal Finansial Anak Usia 20-an

Redaksi Prokal • Selasa, 9 Juni 2026 | 09:45 WIB
Ilustrasi anak remaja (magnific)
Ilustrasi anak remaja (magnific)

PROKAL.CO-Seni Menyokong Tanpa Memanjakan: 9 Strategi Bijak Orang Tua Mengawal Finansial Anak Usia 20-an
Dukungan finansial dari orang tua kepada anak yang memasuki usia produktif 20-an sering kali menjadi buah simalakama. Jika terlalu dilepas, anak dikhawatirkan limbung menghadapi kerasnya realitas ekonomi; namun jika terlalu disuapi, mereka berisiko tumbuh menjadi pribadi yang manja dan konsumtif. Kunci utama dari bantuan finansial sejatinya bukan terletak pada seberapa besar nominal materi yang digelontorkan, melainkan bagaimana intervensi tersebut mampu membentuk mentalitas yang mandiri dan bertanggung jawab.

Berikut adalah 9 cara bijak yang dapat diterapkan orang tua untuk mendukung finansial anak tanpa membuat mereka manja:

Fasilitasi Pendidikan atau Pelatihan Skill, Bukan Sekadar Uang

Daripada memberikan uang tunai tanpa arah yang jelas, investasikan dana Anda pada kursus, bootcamp, atau pendidikan lanjutan. Hal ini akan meningkatkan kapasitas serta daya saing anak di dunia kerja nyata.

Ajarkan Skala Prioritas dalam Pengeluaran

Orang tua perlu mendampingi anak untuk memahami perbedaan mendasar antara kebutuhan pokok dan keinginan mata. Pengetahuan manajemen ini menjadi fondasi yang sangat kuat untuk kemandirian finansial mereka dalam jangka panjang.

Libatkan Anak dalam Diskusi Keuangan Keluarga

Transparansi soal kondisi finansial keluarga secara proporsional sangat membantu anak memahami realita kehidupan. Ini melatih mereka agar tidak memiliki ekspektasi yang tidak realistis terhadap kekayaan orang tua.

Dukung Modal Ushe dengan Syarat Pembelajaran

Jika anak ingin berwirausaha, dukung modalnya secara bijak. Tetap dorong mereka untuk membuat rencana bisnis sederhana dan bertanggung jawab penuh atas laporan perputaran modal serta hasilnya.

Bantu Akses Asuransi dan Proteksi Dasar

Memfasilitasi asuransi kesehatan untuk anak yang baru memulai karier adalah bentuk dukungan nyata yang tidak memanjakan. Langkah ini justru mengajarkan mereka tentang pentingnya proteksi diri dari risiko tak terduga.

Ajarkan Kebiasaan Menabung Sejak Sekarang

Biasakan anak untuk selalu menyisihkan sebagian penghasilan atau uang saku sekecil apa pun nominalnya. Kebiasaan disiplin menyisihkan uang ini jauh lebih berharga daripada jumlah nominal yang ditabung.

Jangan Tutupi Kondisi Keuangan yang Sebenarnya

Anak yang terlalu dilindungi dari realita ekonomi keluarga cenderung tidak siap menghadapi kehidupan mandiri. Keterbukaan orang tua justru membangun kematangan finansial anak secara emosional.

Dukung Pengembangan Diri, Bukan Gaya Hidup Konsumtif

Ada perbedaan besar antara membiayai kelas skill dan seminar karier dengan membiayai gaya hidup mewah. Fokuslah pada bantuan yang membangun kompetensi, bukan memfasilitasi gengsi yang tidak ada habisnya.

Beri Kepercayaan, Bukan Kontrol

Anak yang diberi kepercayaan penuh dalam mengelola finansialnya sendiri meski dengan batas yang jelas akan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Hindari mengontrol setiap rupiah agar mereka belajar dari kesalahan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#remaja