PROKAL.CO- Banyak orang mengira rasa percaya diri adalah bakat bawaan yang muncul begitu saja. Padahal, kepercayaan diri yang kokoh justru dibangun lewat serangkaian kebiasaan kecil sehari-hari. Menariknya, kebiasaan-kebiasaan ini sering kali terasa canggung dan tidak nyaman saat pertama kali dicoba.
Alih-alih terus bersembunyi dari rasa tidak nyaman, menghadapi situasi tersebut justru menjadi kunci utama untuk melatih mental. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa mulai Anda terapkan untuk menaikkan level percaya diri secara drastis.
Terima Pujian Cukup dengan Ucapan Terima Kasih
Sering kali saat mendapat pujian, refleks pertama kita adalah merendahkan diri atau bahkan menolaknya demi kesopanan. Mulai sekarang, biasakan untuk cukup tersenyum dan berkata, "Terima kasih." Selesai. Anda tidak perlu membuat pembelaan atau merendahkan kualitas diri sendiri hanya untuk membuat orang lain merasa nyaman.
Berani Berkata "Tidak" Tanpa Alasan Mengada-ada
Menolak ajakan atau permintaan orang lain sering kali memicu rasa bersalah. Akibatnya, kita kerap menyusun alasan karangan yang rumit. Mulai detik ini, belajarlah untuk jujur. Cukup katakan, "Maaf ya, aku tidak bisa." Keputusan Anda untuk menolak adalah hak penuh yang tidak memerlukan validasi dari alasan-alasan palsu.
Berpakaian Sedikit Lebih Niat dan Duduk di Baris Depan
Untuk melatih mental agar terbiasa menjadi pusat perhatian, cobalah sesekali mengenakan pakaian (outfit) yang sedikit lebih rapi atau modis di atas standar tempat yang Anda kunjungi. Sandingkan kebiasaan ini dengan keberanian untuk memilih duduk di barisan paling depan saat menghadiri seminar, kelas, atau rapat kerja. Langkah fisik yang simpel ini sangat efektif untuk melatih diri agar berhenti bersembunyi dari pandangan orang lain.
Akui Ketidaktahuan dan Berani Berbeda Pendapat
Menutupi gengsi dengan berpura-pura tahu segalanya justru menunjukkan kerapuhan mental. Jika Anda memang tidak mengetahui suatu hal, katakan saja dengan jujur, "Aku tidak tahu." Anda tidak perlu panik atau mengarang jawaban secara asal-asalan.
Selain itu, jangan takut untuk menyampaikan sudut pandang yang berbeda dengan sopan, meskipun mayoritas orang di dalam ruangan menyetujui hal yang sebaliknya.
Atur Ritme Jalan dan Jaga Pandangan Tetap Tegak
Kepercayaan diri juga terpancar dari bahasa tubuh. Cobalah untuk membiasakan diri berjalan sedikit lebih santai dan pelan dari biasanya. Izinkan diri Anda yang mengatur ritme, bukan justru terburu-buru mengikuti arus keadaan. Saat berjalan, angkat kepala Anda dan tatap lurus ke depan—hentikan kebiasaan menunduk setiap kali berpapasan dengan orang lain. (*)
Editor : Indra Zakaria