PROKAL.CO- Saat hubungan asmara berakhir, dorongan untuk langsung memblokir nomor atau akun media sosial mantan sering kali muncul sebagai reaksi pertama. Namun, alih-alih mengambil tindakan dramatis atau justru menyerah pada godaan untuk mengirimkan pesan singkat, ada pendekatan yang jauh lebih sehat untuk menyembuhkan luka di hati.
Menghadapi fase pasca-putus sebenarnya tidak perlu penuh drama. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa diambil untuk menjaga kewarasan mental Anda tanpa harus terlihat kekanak-kanakan di depan mantan.
Alihkan Pesan ke Aplikasi Catatan
Ketika jempol Anda sudah tidak tahan untuk mengetik pesan rindu atau menuntut penjelasan, segera tutup ruang obrolan dengannya. Buka aplikasi catatan di ponsel Anda, lalu tumpahkan semua kalimat yang ingin dikirimkan ke sana.
Tuliskan semua rasa kangen, pertanyaan "mengapa kamu melakukan ini?", hingga ajakan untuk mengobrol kembali. Keluarkan seluruh emosi tersebut tanpa sisa. Kelebihan dari aplikasi catatan adalah mereka tidak akan pernah menghakimi, tidak akan mengabaikan Anda, dan yang terpenting, tidak akan menggunakan kata-kata tersebut untuk menyakiti Anda kembali.
Hubungi Teman Lama yang Terabaikan
Patah hati sering kali mempersempit sudut pandang kita, membuat fokus hanya tertuju pada satu orang yang telah pergi. Padahal, di sekitar Anda masih banyak orang yang peduli dan siap mendengarkan. Cobalah angkat telepon dan hubungi teman lama yang sudah jarang Anda sapa. Ingat, tujuannya bukan untuk menjadikan mereka tempat sampah keluh kesah tentang mantan, melainkan murni untuk menyambung silaturahmi dan mengobrol santai. Ini akan mengingatkan Anda bahwa dunia Anda tidak runtuh hanya karena satu orang.
Gerakkan Badan untuk Menenangkan Pikiran
Terkadang, rasa sedih dan sesak akibat patah hati mengendap di dalam tubuh fisik, sebuah kondisi yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan menulis. Jika pikiran mulai terasa terlalu berisik, mulailah bergerak.
Anda bisa memilih untuk jalan kaki, lari sore, pergi ke pusat kebugaran, atau sekadar berkendara jarak jauh. Lakukan aktivitas ini bukan demi tujuan pamer (glow up) atau membuat mantan menyesal, melainkan murni untuk mengalirkan energi negatif keluar dari tubuh sampai suara-suara berisik di kepala berkurang sedikit demi sedikit.
Terima Proses yang Tidak Sempurna
Proses menyembuhkan diri (healing) tidak harus selalu terlihat estetis atau keren layaknya di media sosial. Tidak apa-apa jika proses yang Anda lalui terasa berantakan. Menangis di bawah pancuran air kamar mandi, memilih sereal instan sebagai menu makan malam, atau menonton ulang serial favorit untuk keempat kalinya adalah hal yang sangat manusiawi. Berikan ruang bagi diri Anda untuk memproses kesedihan dengan cara apa pun, tanpa perlu menuntut kesempurnaan.
Pilih Unfollow, Bukan Memblokir
Langkah terakhir untuk menjaga kedamaian di media sosial adalah dengan cukup berhenti mengikuti (unfollow) akunnya, tanpa perlu memblokirnya. Tindakan memblokir terkadang justru meninggalkan beban psikologis karena Anda merasa harus terus-menerus menghindari keberadaannya.
Dengan hanya melakukan unfollow, situasinya akan terasa lebih santai dan sederhana. Mantan kekasih Anda hanya akan hilang dari lini masa (timeline) tanpa perlu memicu drama baru. Begitu sosoknya tidak lagi melintas di beranda, pelan-pelan ia juga akan memudar dari pikiran Anda. (*)
Editor : Indra Zakaria