PROKAL.CO-Pernahkah Anda menyadari mengapa dari sekian banyak jenis bunga, rumah sakit hampir selalu memilih Anggrek—terutama Anggrek Bulan—sebagai pajangan di lobi maupun ruang perawatan? Anggapan mengenai kemampuan bunga ini dalam menghasilkan oksigen secara optimal rupanya valid dan dapat dijelaskan secara ilmiah. Penempatan Anggrek di fasilitas kesehatan bukanlah keputusan acak, melainkan hasil perhitungan medis, karakteristik tanaman yang cocok, serta pertimbangan praktis.
Penyuplai Oksigen Malam Hari Lewat Sistem CAM
Secara umum, tanaman biasa membutuhkan oksigen pada malam hari sehingga berisiko berebut napas dengan pasien jika diletakkan di ruangan tertutup. Namun, Anggrek memiliki keistimewaan struktur alami melalui sistem fotosintesis jalur Crassulacean Acid Metabolism (CAM). Jenis tanaman ini baru membuka pori-pori (stomata) pada malam hari untuk menyerap karbon dioksida sekaligus melepaskan oksigen segar. Mekanisme ini membantu menjaga dan menambah suplai oksigen ruangan saat pasien sedang beristirahat.
Struktur Serbuk Sari yang Aman Bagi Saluran Pernapasan
Membawa bunga potong seperti lili atau aster ke rumah sakit memiliki risiko tinggi bagi pasien penderita asma maupun alergi karena serbuk sarinya yang mudah terbawa angin. Anggrek memiliki struktur serbuk sari yang unik, di mana serbuk sarinya tidak berbentuk bubuk halus melainkan menggumpal lengket dalam satu paket padat (pollinia). Karakteristik ini membuat serbuk sari Anggrek tidak akan terbang tertiup angin pendingin ruangan (AC), sehingga dinilai aman bagi saluran pernapasan.
Media Tanam Higienis dan Bebas Tanah
Sebagai area yang menuntut tingkat steril tinggi, penggunaan media tanah pada tanaman pot biasa berpotensi membawa jamur, bakteri pembusuk, maupun serangga ke dalam ruangan. Anggrek, khususnya jenis epifit, menjadi solusi tepat karena media tanamnya tidak menggunakan tanah, melainkan arang, cacahan pakis, atau kulit pinus. Media ini jauh lebih bersih, higienis, serta tidak mengotori lingkungan sekitar.
Daya Tahan Tinggi dan Dukungan Psikologis Pasien
Secara psikologis, elemen visual bunga terbukti dapat membantu menurunkan tingkat stres dan mempercepat proses pemulihan pasien. Anggrek dipilih karena tergolong tanaman yang minim perawatan (low maintenance). Sekali mekar, bunganya mampu bertahan berminggu-minggu hingga berbulan-bulan tanpa cepat layu serta tidak memerlukan penyiraman setiap hari, sehingga tidak membebani tenaga medis atau staf rumah sakit dalam perawatannya. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co